Selasa, 28 April 2026

PPIH Imbau Jemaah Jaga Kesehatan di Tengah Cuaca Panas Arab Saudi

Laporan oleh Widya Safitri
Bagikan
Jemaah haji yang baru tiba di Madinah mengunjungi Raudha, Jumat (24/4/2026), Foto: Widya Safitri suarasurabaya.net

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau jemaah haji untuk menjaga kondisi kesehatan seiring meningkatnya suhu udara di Madinah, Arab Saudi, yang mencapai 34 derajat Celsius. dan berpotensi naik hingga 36 derajat Celsius pada Senin (27/4/2026) sore waktu setempat.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi jemaah, khususnya bagi kloter awal yang akan mulai diberangkatkan ke Mekkah dalam beberapa hari ke depan.

Ririn Suryani Tim Promosi Kesehatan PPIH Arab Saudi, memberikan sejumlah kiat agar jemaah tetap bugar selama menjalankan ibadah. Salah satunya dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh, yakni minum sekitar 200 mililiter air setiap jam. Untuk aktivitas di luar ruangan, jemaah juga akan diberikan oralit guna mencegah dehidrasi.

Selain itu, jemaah diimbau untuk beristirahat cukup, minimal 6 hingga 8 jam per hari. Jika waktu terbatas, jemaah disarankan memanfaatkan waktu senggang untuk beristirahat.

“Kalau ada waktu senggang langsung istirahat, misalnya setelah aktivitas di luar ruangan, di luar ibadah,” katanya kepada Widya Safitri dalam Liputan Haji 2026.

Dari sisi asupan, jemaah diminta mengonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk tidak melewatkan buah-buahan yang telah disediakan.

“Jangan lupa buahnya itu selalu dimakan. Karena beberapa kali saya lihat di tempat makan buah masih tersisa. Jadi, ada beberapa yang tidak terbiasa mungkin makan buah setelah makan,” ungkapnya.

Ririn juga mengingatkan jemaah untuk menghindari paparan langsung sinar matahari. Saat beraktivitas di luar ruangan, jemaah disarankan menggunakan perlindungan seperti payung, topi, kacamata hitam, masker, dan tabir surya.

“Jadi, kita kalau keluar aktivitas siang hari itu pakai APD seperti payung, topi, kacamata hitam, masker, terus botol spray, bisa alas kaki, sama tabir surya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan alas kaki untuk mencegah luka melepuh akibat panas permukaan tanah. Saat memasuki masjid, alas kaki disarankan dimasukkan ke dalam kantong plastik dan dibawa, atau dititipkan di rak yang tersedia. Jemaah juga dapat meletakkannya di dekat tempat salat agar mudah digunakan saat keluar.

Jika alas kaki hilang, jemaah diimbau tidak memaksakan diri berjalan tanpa pelindung.

“Jadi sangat berbahaya untuk berjalan tunggu ada bantuan karena beberapa petugas di sekitaran Masjid Al-Aqsa yang membawa sandal cadangan,” ujar Ririn.

Bagi jemaah yang belum terbiasa menggunakan tabir surya, paket perlengkapan jemaah menyediakan waslap atau tisu basah serta semprotan antiseptik dengan sensasi dingin yang dapat membantu mengurangi rasa panas.

“Paket jemaah itu ada washlap dingin. Itu kan juga bisa buat masuk angin, kalau panas terus semprot-semprotnya, lainnya itu juga bisa diangin-angin, diusap-usap. Jadi mengurangi rasa panasnya,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah jemaah mulai merasakan gejala seperti bibir kering, sehingga disarankan menggunakan pelembap bibir untuk menjaga kelembapan.

Jemaah kloter awal yang telah tiba di Madinah dijadwalkan mulai bergerak ke Mekkah pada Kamis (30/4/2026).

Ririn kembali mengingatkan pentingnya menjaga asupan cairan dan mewaspadai gejala heatstroke. Gejala awal antara lain pusing dan kelelahan, sementara kondisi berat ditandai dengan suhu tubuh tinggi di atas 40 derajat Celsius, kulit terasa sangat panas dan kering, serta sakit kepala hebat.

“Kalau sudah sampai heatstroke, biasanya suhu tubuh lebih dari 40 derajat, kulit panas kayak seperti terbakar kering, tadi mungkin ada yang mengelupas karena kering itu sakit kepala hebat,” tutupnya. (ily/saf/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Selasa, 28 April 2026
26o
Kurs