Minggu, 3 Mei 2026

Arab Saudi Gunakan Sensor Pintar, Jemaah Haji Dipantau Lewat Kartu Nusuk

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Jemaah melindungi diri dari sinar matahari dengan payung saat saat melaksanakan haji di Mina, Arab Saudi pada Selasa (18/6/2024). Foto: AP

Arab Saudi terus memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan ibadah haji. Terbaru, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memperkenalkan sistem sensor pintar di kawasan Mina yang terintegrasi dengan kartu Nusuk untuk memantau dan mengatur pergerakan jemaah secara real-time.

Saudi Press Agency melaporkan bahwa inovasi ini menjadi langkah awal integrasi teknologi berbasis data guna meningkatkan efisiensi pengelolaan kerumunan selama musim Haji 1447 Hijriah.

Sistem tersebut dirancang untuk memperlancar mobilitas jemaah antar titik ibadah serta menyediakan analisis akurat bagi pengambil kebijakan di lapangan.

Dengan dukungan sensor pintar, pergerakan jemaah dapat dipantau secara langsung sehingga potensi kepadatan dapat diantisipasi lebih cepat.

Kartu Nusuk menjadi elemen kunci dalam sistem ini. Tersedia dalam format digital dan fisik, kartu tersebut berfungsi sebagai identitas resmi jemaah sekaligus akses masuk ke berbagai lokasi penting, termasuk Masjidil Haram.

Melalui integrasi dengan platform perizinan terpadu, kartu Nusuk memungkinkan proses verifikasi berlangsung lebih cepat dan akurat.

Hal ini sekaligus meningkatkan kualitas layanan serta mempercepat respons petugas terhadap berbagai situasi di lapangan.

Dilansir dari Antara pada Minggu (3/5/2026), petugas haji juga diuntungkan dengan sistem ini karena dapat mengidentifikasi data jemaah secara presisi.

Selain mengurangi risiko jemaah tersesat, teknologi ini membantu memastikan distribusi akses yang tertib menuju tenda, transportasi, hingga titik-titik ibadah.

Sebagai bagian dari persiapan, kartu Nusuk telah didistribusikan kepada jemaah sejak masih berada di negara asal. Kebijakan ini bertujuan memastikan seluruh jemaah telah terdaftar dan siap menggunakan sistem sebelum tiba di Arab Saudi.

Pemerintah setempat menetapkan bahwa membawa dan mengaktifkan kartu Nusuk menjadi syarat wajib untuk memasuki kota suci Makkah, termasuk area Masjid Nabawi dan kawasan Al-Rawdah Al-Sharifah.

Digitalisasi layanan haji ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan musim sebelumnya. Tercatat, lebih dari 1,6 juta kartu Nusuk telah didistribusikan kepada jemaah, serta sekitar 90 ribu kartu untuk petugas haji. (ant/saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 3 Mei 2026
30o
Kurs