Friedrich Merz Kanselir Jerman menyatakan bahwa Berlin siap mengambil peran dalam menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, termasuk kemungkinan keterlibatan militer.
“Dalam kondisi yang tepat, Jerman siap untuk mengambil bagian dalam memastikan kebebasan jalur laut, termasuk melalui cara-cara militer,” kata Merz di Berlin pada Selasa (5/5/2026).
Lebih lanjut, ia mengonfirmasi bahwa kapal Angkatan Laut Jerman sudah menuju Laut Mediterania yang kemudian dapat dikerahkan kembali ke Selat Hormuz.
“Kapal pertama Jerman sudah menuju Mediterania timur,” ujar Merz dikutip dari Antara.
Terlebih, Merz juga menyerukan untuk meningkatkan tekanan sanksi terhadap Iran jika negara itu menolak untuk membuka blokade Selat Hormuz.
“Seruan bersama kita adalah agar Iran duduk di meja perundingan, harus berhenti membuang waktu, dan tidak boleh lagi ‘menyandera’ kawasan dan seluruh dunia,” kata Merz.
Tak hanya itu, ia turut melayangkan tuntutan kepada Iran terkait penghentiam program nuklir dan diakhirinya konflik Timur Tengah.
Di sisi lain, dari pihak Iran telah berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai dan tidak berniat mengembangkan senjata nuklir.
Sementara itu, pada Senin (4/5/2026), NDR, salah satu stasiun televisi Jerman melaporkan bahwa FGS Fulda, kapal penyapu ranjau Angkatan Laut Jerman, telah meninggalkan pangkalan di Kiel, Jerman utara. Kapal tersebut menuju Laut Mediterania yang nantinya akan dikerahkan kembali ke Selat Hormuz untuk mengambil bagian dalam misi keamanan maritim internasional.
Dari pihak AS, pada 3 Mei, Donald Trump mengumumkan Project Freedom, sebuah operasi untuk membantu kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz dan berupaya untuk meninggalkan wilayah tersebut.
Lalu hal itu ditanggapi Iran melalui pernyataan dari Ali Abdollahi Komandan Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran. Ia memperingatkan agar pihak AS tidak mendekati Selat Hormuz dan menyatakan kesiapannya untuk menyerang pasukan AS jika hal itu tetap terjadi.
Di tengah tuntutan Jerman ini, Iran diketahui telah memperkenalkan regulasi baru bagi kapal yang akan melintasi Selat Hormuz. (ant/mar/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

