PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terus memperluas pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga dengan layanan GasKita Pintar di Surabaya dan Gresik. Hingga akhir 2026, PGN menargetkan penyaluran gas bumi dapat menjangkau sekitar 60 ribu sambungan rumah tangga.
Hedi Hedianto General Manager PGN Sales and Operation Region (SOR) III Surabaya mengatakan, pembangunan jaringan pipa gas dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap energi gas bumi yang diproduksi dari dalam negeri.
“Jaringan pipa gas ini kita untuk menyediakan menyalurkan energi gas bumi. Energi gas bumi ini energi dari bumi Indonesia,” ujarnya saat on air di Radio Suara Surabaya.
Selain untuk sektor industri dan komersial, PGN kini juga fokus memperluas layanan gas bumi untuk rumah tangga. Menurutnya, penggunaan gas bumi dinilai lebih praktis, nyaman, dan aman bagi masyarakat.
Saat ini, pembangunan jaringan gas masih terus berlangsung di sejumlah wilayah Surabaya dan Gresik. Proses tersebut turut melibatkan pekerjaan penggalian di area permukiman warga.
Ia memastikan seluruh proses perbaikan jalan maupun rekondisi pasca penggalian menjadi tanggung jawab PGN.
“Jangan khawatir kita akan lakukan rekondisi dan perbaikan dan kami harapkan dukungan dari seluruh masyarakat,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat melaporkan keluhan melalui layanan 135 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh tim PGN.

Sementara itu, Hedi menjelaskan penggunaan jaringan gas bumi di Surabaya sebenarnya telah berjalan sejak 1997. Hingga kini, jumlah pelanggan rumah tangga tercatat mencapai sekitar 208 ribu pelanggan.
Selain rumah tangga, layanan gas bumi juga dimanfaatkan sektor komersial seperti hotel, restoran, hingga UMKM dengan total sekitar 483 pelanggan.
PGN juga memastikan operasional jaringan gas dipantau selama 24 jam melalui tim penanganan gangguan yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Surabaya, Pasuruan, dan Sidoarjo.
“Jadi kita ada tim yang khusus untuk menangani gangguan,” ujarnya.
Selain itu, perusahaan juga rutin melakukan leak survey atau pengecekan kebocoran jaringan untuk memastikan keamanan instalasi gas di rumah pelanggan.
Di tengah isu krisis energi global, PGN menilai gas bumi menjadi salah satu solusi energi yang relatif aman karena berasal dari sumber daya domestik.
“Dengan kondisi geopolitik yang ada untuk gas bumi ini kita masih aman,” kata Hedi.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah warga juga menyampaikan aspirasi terkait pemasangan jaringan gas, mulai dari keterlambatan aktivasi hingga penutupan layanan akibat tunggakan pembayaran.
PGN menjelaskan layanan GasKita Pintar untuk rumah tangga dipatok dengan tarif Rp10.000 per meter kubik, dengan penggunaan minimal empat meter kubik dan maksimal 50 meter kubik per bulan. Sementara untuk UMKM, penggunaan mulai 10 hingga 1.000 meter kubik per bulan.
PGN juga melayani reaktivasi bagi pelanggan yang sempat terputus layanan akibat keterlambatan pembayaran.
“Nanti kami mohon izin minta nomor ID pelanggannya biar nanti customer management kami segera follow up kepada Bapak untuk segera tindak lanjut,” tandasnya.(ily/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

