Upaya pelacakan internasional kini dilakukan oleh lembaga kesehatan di berbagai negara setelah ditemukannya kasus wabah hantavirus di kapal pesiar berbendera Belanda MV Hondius.
Puluhan penumpang yang telah turun dari kapal tersebut sebelum wabah terdeteksi kini menjadi fokus pemantauan lintas negara, termasuk orang-orang yang diduga melakukan kontak dekat dengan mereka.
World Health Organization (WHO) mengonfirmasi sedikitnya lima kasus hantavirus, termasuk tiga kematian, yang terkait dengan kejadian di kapal tersebut.
Organisasi itu juga menegaskan bahwa hantavirus tidak menunjukkan karakteristik penyebaran seperti Covid-19, meski tetap menimbulkan kewaspadaan karena masa inkubasinya dapat mencapai enam minggu.
Perusahaan operator kapal, Oceanwide Expeditions, menyebutkan bahwa terdapat 114 penumpang dan 61 kru dari 22 negara dalam pelayaran tersebut. Namun, 32 penumpang diketahui telah turun di St Helena pada 24 April, sebelum kasus pertama terkonfirmasi.
Diketahui kapal pesiar Hondius mulai berlayar pada 1 April 2026 di Ushuaia, Argentina dan diperkirakan tiba di Kepulauan Canary, Spanyol, pada tanggal 10 Mei.
Hantavirus biasanya menyebar melalui hewan pengerat dan akan menginfeksi manusia ketika orang tersebut menghirup udara yang terkontaminasi partikel virus dari urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat.
Meski jarang menular antar manusia, tetapi wabah virus Andes memungkinkan hal itu untuk terjadi. Pada Kamis (7/5/2026), WHO mengatakan penularan hantavirus antar manusia telah terjadi di kapal Hondius.
Saat ini WHO sedang berkomunikasi dengan otoritas di 12 negara yang melakukan pemantauan terhadap warga negara mereka yang sempat berada di kapal tersebut atau yang telah kembali ke rumah. Negara-negara tersebut meliputi Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Saint Kitts dan Nevis, Singapura, Swedia, Swiss, Turki, Inggris Raya, dan Amerika Serikat.
Melansir BBC, berikut adalah informasi dari beberapa negara mengenai pelacakan hantavirus hingga sekarang.
Inggris
Tujuh warga Inggris turun dari kapal MV Hondius di St Helena pada 24 April sebelum kasus hantavirus pertama terkonfirmasi. Sebanyak tiga orang di antaranya diduga terinfeksi hantavirus, dua orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan telah melakukan perawatan intensif, serta dua orang lainnya sudah melakukan isolasi mandiri di rumah.
Saat ini, masih ada 19 penumpang yang berasal dari Inggris berada di kapal tersebut dan tiga anggota kru.
Amerika Serikat
Badan kesehatan dari lima negara bagian sedang melakukan pemantauan terhadap orang-orang yang berada di kapal tersebut, yang meliputi masing-masing dua orang di Georgia dan Texas, masing-masing satu orang di Arizona dan Virginia, dan sejumlah orang yang tidak diketahui jumlahnya di California.
Departemen kesehatan AS mengungkapkan tidak ada satu individu yang dipantau itu menunjukkan gejala-gejala dari hantavirus.
Argentina
Kasus wabah hantavirus yang menjadi sorotan publik berasal dari pasangan asal Belanda yang melakukan perjalanan melalui Argentina, Chili, dan Uruguay. Diketahui dua individu tersebut mengunjungi lokasi-lokasi yang menjadi tempat spesies tikus pembawa strain virus Andes berada.
Meski sumber wabah belum dikonfirmasi, tetapi otoritas Argentina sedang melakukan penyelidikan apakah asal mula infeksi dari negra tersebut.
Tanjung Verde
Kapal MV Hondius sempat berlabuh di lepas pantainya selama beberapa hari di Tanjung Verde pada 3 Mei 2026. Sehari sebelum itu, seorang penumpang dilaporkan meninggal dunia di dalam kapal.
Prancis
Kementerian Kesehatan Prancis telah mengidentifikasi delapan warga negaranya yang pernah melakukan kontak dengan wanita Belanda yang meninggal karena hantavirus saat terbang dari St Helena ke Johannesburg.
Satu orang menunjukkan gejala ringan dan sedang menunggu hasil pengujian, sementara yang lainnya telah ditawari untuk melakukan isolasi dan akses untuk melakukan pengujian.
Jerman
Salah satu penumpang kapal yang meninggal adalah seorang wanita dari Jerman. Wanita tersebut mengalami gejala berupa demam pada 28 April sebelum akhirnya menunjukkan gejala penumonia. Saat ini jenazahnya masih berada di atas kapal.
Belanda
13 orang di kapal tersebut merupakan warga negara Belanda, dengan rincian delapan orang penumpang dan lima anggota kru. Tiga kematian yang dikonfirmasi termasuk sepasang suami istri.
Seorang wanita yang menunjukkan kemungkinan gejala hantavirus sedang melakukan perawatan di rumah sakit Amsterdam. Wanita tersebut adalah pramugari di maskapai penerbangan Belanda KLM yang sempat melakukan kontak dengan penumpang wanita yang meninggal karena infeksi hantavirus di Johannesburg. Pada Jumat (8/5/2026) ia dinyatakan negatif dari virus tersebut.
Filipina
Sebanyak 38 orang dari Filipina menjadi awal kapal di MV Hondius. Sekarang diketahui belum ada kasus hantavirus yang tercatat di negara tersebut. Pemerintah setempat menyatakan bahwa risiko masih sangat rendah.
Spanyol
Kapal MV Hondius diperkirakan akan berlabuh paling lambat Sabtu (10/5/2026) di Kepulauan Canary, Tenerife, Spanyol. Sebanyak 146 orang dari 23 negara yang masih berada di kapal tersebut akan melakukan pemeriksaan medis sebelum dapat pulang.
Otoritas Spanyol telah menyetujui rencana itu, tetapi Fernando Clavijo Presiden Kepulauan Canary menolaknya.
“Saya tidak bisa mengizinkan [kapal itu] memasuki Kepulauan Canary. Keputusan ini tidak didasarkan pada kriteria teknis apa pun dan kami juga tidak diberikan informasi yang cukup,” ungkapnya pada radio Onda Cero Spanyol.
Rencana yang disetujui pemerintah Spanyol meliputi memulangkan seluruh warga negara non-Spanyol, sementara 13 penumpang dan satu anggota kru yang merupakan warga negara Spanyol akan menjalani karantina di rumah sakit militer di Madrid.
Sedangkan dugaan kasus hantavirus telah terdeteksi di daratan utama, tepatnya di Alicante. Seorang wanita diduga terpapar virus dari seorang wanita asal Belanda yang meninggal di Johannesburg akibat tertular hantavirus di kapal pesiar.
Swiss
Seorang pria asal Swiss yang turun dari kapal MV Hondius di St Helena dinyatakan positif terinfeksi hantavirus dari strain Andes. Pria itu sempat mengalami gejala dan telah melakukan tes di Zurich.
Negara Lain
Awak kapal yang tersisa di atas kapal termasuk lima orang Ukraina, satu orang Rusia, satu orang Portugis, satu orang Polandia, satu orang Montenegro, dua orang India, dan satu orang Guatemala.
Untuk para tamu, ada empat warga Australia, dua warga Belgia, empat warga Kanada, satu warga Yunani, dua warga Irlandia, satu warga Italia, satu warga Jepang, satu warga Selandia Baru, dan tiga warga Turki. (vve/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

