Minggu, 10 Mei 2026

Korban Ceritakan Detik-Detik Kecelakaan HiAce Rombongan Wisatawan Singapura di Jalur Bromo

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Petugas melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan di Jalan Raya Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (9/5/2026) kemarin. Foto: Iptu Aditya via WA SS

Insiden kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan di jalur wisata Gunung Bromo pada, Sabtu (9/5/2026) kemarin, turut menyisakan cerita bagi para pihak yang terlibat.

Salah satunya, MM (38 tahun) warga Gresik pengemudi Toyota Rush nopol L 1695 WD yang mobilnya pertama dihantam pertama kali oleh minibus HiAce nopol BE 7013 AQ, yang diduga mengalami rem blong.

Kepada Suara Surabaya, MM menceritakan detik-detik saat kendaraan membawa rombongan wisatawan Singapura yang dikemudikan AE (39) tahun warga Bali itu meluncur tak terkendali di jalur menurun Desa Ngadas, Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Saat itu, kondisi lalu lintas di pertigaan Ngadas sedang terhenti karena adanya acara adat warga setempat. MM yang merupakan sopir travel, sedang dalam perjalanan menjemput tamu di Cemoro Lawang.

“Di situ ada acara warga situ, ada iring-iring itu pakai baju hitam-hitam adat daerah Tengger kalau enggak salah. Nah, itu berhentiin mobil kita pas pertigaan. Tiba-tiba ada orang teriak, rem blong- rem blong. Nah, kita belum ngeh sebetulnya. Tahu kalau ngeh gitu kita langsung minggir. Nah, tiba-tiba dengan sekian detik gitu ya. Tiba-tiba mobil itu (HiAce) turun, nabrak pertama itu mobil kita,” jelasnya saat on air di Radio Suara Surabaya, Minggu siang.

Setelah menghantam bagian belakang mobilnya, kata MM, HiAce itu terus melaju dan menerjang kendaraan di depannya dengan sangat keras. Dampak paling parah dialami oleh mobil SUV Renault yang sampai terbalik di pinggir jalan.

“Kedua itu mobil Renault yang sampai terbalik itu, itu kalau enggak ada pembatas jalannya bisa jadi jatuh ke rumah warga itu. Nah, terus berhentinya HiAce yang dari atas itu (akibat) nabrak tiang sampai bengkok gitu,” jelasnya.

Saat laju HiAce itu terhenti, MM bersama warga dan pengguna jalan setempat langsung berlari untuk menolong para korban. Fokus utamanya, menolong penumpang di mobil Renault karena terdapat anak kecil di dalamnya.

“Otomatis warga dan kita, tim teman-teman travel yang ada di tempat itu yang bantu. Pertama pertolongan di keluarga yang mobil putih dulu (Renault) karena ada anak kecilnya juga. Itu kasihan juga kan terguling. Terus yang kedua baru nolong turis mancanegara itu,” tambahnya.

BACA JUGA: Kecelakaan Beruntun Jalur Bromo Diduga Akibat Rem Blong, 6 Wisman Singapura Terluka

Dari pengamatannya, kata MM, pengemudi Renault dan anaknya itu sampai harus dilarikan ke RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo karena luka yang dialami. Sedangkan, para wisatawan asal Singapura dievakuasi ke puskesmas terdekat.

Sementara untuk mobil milik MM sendiri, dia mengatakan masih bisa melanjutkan perjalanan meski mengalami kerusakan di bagian belakang.

“Alhamdulillah masih bisa jalan, cuma ya kerugian material pasti ada. Tabrak belakang sebelah kanan. Nah, headlamp itu rusak, tidak bisa digunakan tapi saya ngumpulkan kepingan-kepingannya supaya riting (lampu sen) itu bisa nyala. Bumper belakang itu juga masuk ke dalam lah intinya, tapi enggak sampai nggeser (kena) roda,” ungkapnya.

Sebagai pengemudi yang sering melintasi jalur ekstrem Bromo, Mahfud memberikan peringatan keras kepada sesama rekan driver maupun pemilik kendaraan pribadi. Menurutnya, faktor manusia (human error) dan kondisi teknis kendaraan menjadi kunci keselamatan di medan pegunungan.

“Yang paling harus diperhatikan adalah remnya. Jangan sampai kita itu maksakan kendaraan untuk naik kalau rem kita itu sudah tipis. Bahaya. Rawan blong. Bukan hanya kendaraan pribadi, bahkan Jeep saja juga bisa blong,” tegas Mahfud.

Ia juga mengingatkan bahwa faktor pengreman bukan satu-satunya faktor. Faktor jam rawan hingga kesiapan fisik pengemudi juga sangat krusial.

“Yang paling utama adalah ya humannya atau manusianya. Jangan sampai human error itu terjadi lagi. Karena yang namanya kendaraan itu kan ya sifatnya netral. Yang mengendalikan adalah manusianya. Jangan sampai lalai dalam menjalankan tugas kita selaku driver untuk mengantarkan tamu-tamu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Iptu Aditya Kanit Gakkum Polres Probolinggo dalam keterangannya menyebut, kecelakaan yang terjadi pukul 11.40 WIB ini melibatkan dua kendaraan Microbus Toyota HiAce yang datu di antaranya membawa rombongan WNA, serta satu Toyota Rush, dan satu SUV Renault.

Beruntung, meski kendaraan mengalami kerusakan parah, tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan tersebut.

“Sudah ditangani oleh pihak Satlantas Polres Probolinggo, unit laka lantas. Untuk korban jiwa, Alhamdulillah nihil, lanjut saat ini dalam proses penyelidikan kami,” ujar Iptu Aditya saat dikonfirmasi Suara Surabaya, Minggu (10/5/2026).

Berdasarkan hasil olah TKP, kecelakaan bermula saat kendaraan HiAce nopol BE 7013 AQ yang dikemudikan AE dan tujuh orang (6 WNA dan 1 WNI) berjalan dari arah selatan ke utara. Setibanya di TKP, saat kondisi jalan menurun, mobil tersebut kehilangan kendali dan bergerak ke kanan masuk jalur berlawanan.

“Kemudian menabrak Toyota Rush nopol L 1695 WD yang dikemudikan MM, dan menabrak kendaraan Nissan Koleos nopol D 1785 NH dikemudikan PA berpenumpang dua orang, lalu menabrak kendaraan HiAce lainnya nopol DK 7049 FK dikemudikan EW yang berjalan dari arah utara keselatan,” kata Iptu Aditya dalam keterangannya.

Laju HiAce nopol BE 7013 AQ itu baru terhenti setelah menghantam tiang listrik di pinggir jalan. Beruntung, mobil tidak sampai menyasar kerumunan warga di sekitar lokasi.

Adapun delapan orang mengalami luka-luka akibat insiden ini. Enam di antaranya wisatawan mancanegara (Wisman) asal Singapura yang menumpangi HiAce nopol BE 7012 AQ tersebut.

“Akibat dari kejadian tersebut korban luka ringan 3 (tiga) orang (SUV Renault) dirawat di RSUD Ar Rozy, sedangkan enam korban luka ringan penumpang hiace BE-7013-AQ dirawat di Puskesmas Sukapura,” kata Kanit Gakkum. (bil/iss)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by SUARA SURABAYA (@suarasurabayamedia)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 10 Mei 2026
33o
Kurs