Minggu, 10 Mei 2026

John Herdman Sebut Piala Asia 2027 Jadi Tantangan Besar bagi Timnas Indonesia

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Tim nasional Indonesia berhadapan dengan Bulgaria dalam final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Senin (30/3/2026) malam. Foto: Team Bulgaria

John Herdman pelatih Timnas Indonesia menilai Grup F Piala Asia AFC 2027 menjadi tantangan besar bagi timnya. Sebab skuad Garuda akan bertemu dengan Jepang, Qatar, dan Tailan.

“Saya pikir hasil drawing ini memberikan kita peluang besar untuk mengambil langkah berikutnya. Kita akan menghadapi tim terbaik di AFC, kemudian menghadapi peserta Piala Dunia seperti Qatar, dan juga salah satu rival terbesar kita, Tailan,” ujar Herdman.

Menurut pelatih asal Inggris itu, persaingan di Grup F akan menjadi ujian penting bagi mentalitas dan kualitas permainan skuad Garuda dalam proses menuju target jangka panjang.

“Fase grup ini akan sangat kompetitif bagi Indonesia. Ini akan menjadi tantangan besar, tetapi juga peluang besar bagi kami untuk terus berkembang sebagai negara dan menunjukkan kepada para pendukung bahwa kami berada di jalur yang tepat menuju Piala Dunia 2030,” katanya.

Herdman menegaskan dirinya tidak terlalu terkejut dengan kekuatan grup yang dihadapi Indonesia. Ia menyebut seluruh grup di level Asia memiliki tingkat persaingan yang tinggi.

“Banyak orang mungkin melihat ini sebagai grup yang sulit. Tetapi di level AFC seperti ini, setiap grup memang sulit. Yang terpenting bagi kita adalah melihat peluang yang ada ketika menghadapi tim papan atas seperti Jepang dan menikmati status underdog dalam pertandingan tersebut,” ucapnya.

Ia menambahkan, Timnas Indonesia harus mampu menampilkan performa terbaik saat menghadapi Qatar serta menjaga determinasi tinggi ketika bertemu Thailand.

“Kami juga harus mampu mengeluarkan versi terbaik dari diri kami saat menghadapi Qatar, lalu membawa semangat juang, determinasi, dan gairah yang dibutuhkan untuk menghadapi tim seperti Tailan,” tutur Herdman.

Pelatih berusia 50 tahun itu juga menilai setiap pertandingan di Grup F akan membutuhkan pendekatan berbeda, baik dari sisi strategi maupun mentalitas pemain.

“Setiap pertandingan memiliki tantangan uniknya sendiri. Akan ada mentalitas berbeda yang dibutuhkan untuk menjalani setiap laga dan kita harus melangkah satu pertandingan demi satu pertandingan,” katanya.

Sebagai bagian dari persiapan menuju turnamen, Herdman memastikan tim pelatih akan fokus melakukan evaluasi terhadap pemain lokal dan diaspora dalam beberapa bulan mendatang.

“Salah satu langkah besar yang harus kami ambil adalah mengevaluasi pemain domestik. Pada pemusatan latihan bulan Mei ini, kami akan melihat pemain-pemain yang tampil baik sepanjang musim ini,” ujar Herdman.

Selain memantau pemain lokal, staf pelatih juga akan menyeleksi pemain diaspora yang bermain di Eropa untuk memperkuat kedalaman skuad Timnas Indonesia.

“Langkah kedua pada bulan Juni adalah melihat pemain diaspora yang bermain di Eropa dan memadukannya dengan pemain lokal terbaik kita untuk memahami lebih jauh grup ini dan menentukan siapa saja pemain yang tepat untuk memimpin Indonesia di Piala Asia 2027,” katanya.

Herdman menilai proses pembangunan tim tidak hanya soal kualitas individu pemain, tetapi juga pembentukan identitas permainan dan chemistry antarpemain.

“Setiap kali kami berkumpul, fokusnya adalah mengembangkan kerangka taktik dan identitas permainan kami, sekaligus membangun koneksi di dalam dan luar lapangan. Kami harus membangun brotherhood yang dibutuhkan untuk membawa Indonesia naik ke level berikutnya di Asia,” ujarnya.

Bagi Herdman, Piala Asia 2027 menjadi bagian penting dari roadmap Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030. Ia menegaskan skuad Garuda harus mulai terbiasa menghadapi tekanan pertandingan besar dan lawan elite Asia.

“Jika kita ingin lolos ke Piala Dunia 2030, maka jarak itu harus diperkecil. Kami harus belajar mendapatkan hasil melawan lawan-lawan kuat tersebut,” kata Herdman.

Piala Asia AFC 2027 akan diikuti 24 negara dan berlangsung di Arab Saudi dengan pertandingan digelar di delapan stadion yang tersebar di Riyadh, Jeddah, dan Khobar. (saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 10 Mei 2026
32o
Kurs