Senin, 11 Mei 2026

ASEAN Percepat Kesepakatan Keamanan Energi untuk Cegah Krisis BBM

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Kao Kim Hourn Sekretaris Jenderal ASEAN dalam konferensi pers terkait hasil KTT ke-48 ASEAN di Sekretariat ASEAN Jakarta, Senin (11/5/2026). Foto: Antara

Kao Kim Hourn Sekretaris Jenderal ASEAN menegaskan, proses ratifikasi Kesepakatan Kerangka ASEAN tentang Keamanan Minyak Bumi (APSA) akan selesai sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-49 ASEAN di akhir tahun ini.

Kesepakatan itu meliputi peningkatan kerja sama dan integrasi kawasan di sektor energi, serta memberi kesempatan bagi anggota ASEAN untuk saling membantu jika terjadi kelangkaan bahan bakar.

“Para pejabat negara telah menerima instruksi dari para pemimpin mereka, bahwa proses (ratifikasi) APSA harus dipercepat oleh semua negara anggota. Masing-masing negara akan melanjutkan proses di badan legislatifnya dan menyelesaikan seluruh prosesnya di dalam negeri sedini mungkin,” ungkap Sekjen ASEAN, Senin (11/5/2026).

Sementara itu, dirinya belum dapat mengestimasi kapan proses ratifikasi APSA akan selesai karena proses saat ini masih berada di tingkat domestik.

“Tetapi, tentu saja hal tersebut harus dilakukan. Tak ada keraguan bahwa APSA akan rampung sebelum KTT ke-49 ASEAN, dan saya sangat mengharapkan hal ini,” ujarnya.

Pembahasan mengenai negara mana yang akan menerima paling awal bantuan minyak sesama anggota ASEAN di bawah APSA masih menjadi pembicaraan di tingkat regional.

Dilansir dari Antara, pada KTT ke-48 ASEAN di Cebu beberapa waktu lalu, para pemimpin ASEAN sepakat dalam mempercepat mekanisme pembagian energi dan interkoneksi listrik regional di tengah kekhawatiran gangguan stok energi imbas konflik Timur Tengah.

Salah satu langkah konkret yang menjadi pembahasan adalah percepatan ratifikasi APSA.

“Para pemimpin sepakat akan pentingnya rantai pasok energi yang stabil dan andal, interkonektivitas energi yang lebih kuat, serta percepatan diversifikasi menuju sumber energi alternatif dan terbarukan,” tutur Ferdinand Marcos Presiden Filipina.

Para menteri ekonomi ASEAN juga menyetujui langkah percepatan penyelesaian APSA tersebut di tengah hambatan jalur suplai minyak global.

Mekanisme APSA memberi kesempatan anggota ASEAN untuk menyediakan suplai bahan bakar kepada anggota lain yang kekurangan stok minimal setara 10 persen dari kebutuhan domestik mereka.

KTT ke-49 ASEAN sendiri dijadwalkan akan berlangsung pada 10-12 November 2026 di Manila, Filipina. (ant/vve/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Surabaya Siang Hari, Bunga Tabebuya Bermekaran Lagi

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Surabaya
Senin, 11 Mei 2026
30o
Kurs