KTT ASEAN 2026 yang akan diselenggarakan di Cebu, Filipina, bakal menempatkan ketahanan regional terhadap bencana sebagai salah satu agenda utamanya.
Agenda tersebut beriringan dengan komitmen bersama negara-negara dalam melindungi rakyat dari bencana alam.
Dave Gomez Plt. Sekretaris Kantor Komunikasi Presiden Filipina menyampaikan hal tersebut pada Selasa (5/5/2026) saat pembukaan Pusat Media Internasional ASEAN (IMC) 2026 di Museum Mactan World, Kota Lapu-Lapu, Filipina.
“Negara-negara anggota ASEAN telah berkomitmen pada kerangka kerja kolaboratif yang meningkatkan sistem peringatan dini berbasis masyarakat, respons kemanusiaan yang cepat, dan dukungan bagi penduduk yang terkena dampak,” ungkapnya.
Dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026) yang dilansir dari Antara, Gomez menerangkan sinergi tersebut untuk memastikan bencana vulkanik seperti letusan Gunung Mayon yang terjadi pada Sabtu, 2 Mei 2026 kemarin tidak semakin memperburuk kondisi masyarakat rentan.
Harapannya, strategi ketahanan dapat dimaksimalkan termasuk yang inklusif dan berpusat pada masyarakat.

Pada insiden letusan Gunung Mayon di Albay, Ferdinand Marcos Jr. Presiden Filipina telah menginstruksikan lembaga pemerintah dalam pemeriksaan situasi, pemberian bantuan medis segera, dan pembersihan di wilayah terdampak.
Maret lalu, Filipina juga telah memberi usulan terkait Kerangka Kerja Protokol Strategis Manila-ASEAN untuk Keadaan Darurat dan Transformasi Komprehensif (Manila-ASPECT), dengan tujuan meningkatkan respons bencana ASEAN dan penguatan koordinasi regional.
Rancangan Manila-ASPECT tersebut mengajukan pendekatan standar bagi negara-negara ASEAN guna meningkatkan integrasi regional, meliputi berbagi data, logistik, dan proses lintas batas, yang berorientasi pada masyarakat dengan dasar hak.
Selain agenda utama itu, KTT ASEAN 2026 juga akan membahas agenda mengenai keamanan energi, terlebih ketika Asia turut terkena dampak harga bahan bakar yang meningkat akibat konflik AS-Israel dengan Iran.
“Dengan adanya imbas ketegangan di Timur Tengah yang sangat membebani Asia, atas inisiatif Presiden Ferdinand R. Marcos Jr., para pemimpin telah memfokuskan kembali agenda untuk memasukkan diskusi tentang keamanan energi dan respons terpadu guna mengurangi dampak negatif di masing-masing negara anggota,” tutur Gatchalian.(ant/vve/ham/rid)
NOW ON AIR SSFM 100

