Selasa, 12 Mei 2026

Siswa Surabaya European School Kunjungi Suara Surabaya untuk Belajar Real News Vs Fake News

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Hendra Lukas penyiar SS saat berfoto bersama dengan para murid dan guru SES di dalam ruangan siaran, Surabaya, Selasa (12/5/2026) Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

Belasan siswa dari Surabaya European School mempelajari pengetahuan dasar tentang perbedaan antara berita asli dan berita palsu (real news and fake news), pada Selasa (12/5/2026) di Suara Surabaya Media.

Dalam kunjungan itu, Ananda Maharani penyiar Radio SS menyampaikan materi yang meliputi definisi berita, perbedaan antara berita yang benar dan berita yang palsu, cara mengidentifikasi berita palsu, dan cara memverifikasi berita.

Penyampaian materi juga dilakukan interaktif dengan melibatkan siswa melalui praktik sederhana, seperti identifikasi berita asli dan palsu dari beberapa contoh yang ditampilkan, serta pembuatan berita sederhana oleh para siswa.

Salah satu murid SES yang tampak mempresentasikan “Mini Activity” di SSA, Surabaya, Selasa (12/5/2026) Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

Kunjungan para siswa tersebut merupakan kunjungan pertama mereka ke Suara Surabaya Media, sekaligus menjadi media pembelajaran yang tidak didapatkan siswa di sekolah.

“Saya senang karena memang ini sangat pas sekali untuk pelatihan sekolah. hal yang saya tidak ajarkan karena kan saya tidak terjun langsung ya. Saya hanya tahu di surface-nya aja. Jadi memang bermanfaat sekali dikasih tips-tips anak-anak biar tahu gimana membedakan fake news and real news,” ujar Shovi Handayani guru teknologi informasi dan komunikasi (ICT) Surabaya European School.

Setelah penyampaian materi, para siswa diajak tur kantor (office tour) Suara Surabaya Media untuk mengenalkan bagaimana berita diverifikasi dan diproduksi untuk radio, media sosial, maupun laman resmi suarasurabaya.net.

Keishia, Gio, Keagan, dan Jane siswa Surabaya European School sempat mengudara di Radio Suara Surabaya dan menceritakan pengalaman mereka saat mendapat materi tentang real news dan fake news sebelumnya.

Keempat siswa itu secara bergantian menyebutkan cara mudah memverifikasi berita asli dan berita palsu dengan metode “S. T. O. P.”.

“S adalah source (sumber), T adalah think (berpikir), O adalah observe (observasi), P adalah proof (bukti),” ucap Keishia, Gio, Keagan, dan Jane bergiliran saat on air.

Setelah kunjungan dan proses pembelajaran ini, Shovi berharap para siswa dapat lebih paham dan mengetahui perbedaan berita asli dan berita palsu. (vve/iss/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Surabaya Siang Hari, Bunga Tabebuya Bermekaran Lagi

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Surabaya
Selasa, 12 Mei 2026
35o
Kurs