Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya memastikan guru sudah mengecek Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak basi atau berbau, sebelum dibagikan ke siswa hingga 200 pelajar mengeluhkan gejala keracunan kemarin, Senin (11/5/2026).
“Jadi insyaAllah kemarin itu kita sudah cross check ya, panggil langsung ke seluruh sekolah. Dan sebelum dibagikan itu memang sekolah itu sudah mengecek. Sudah dari bau, dari rasanya, tidak ada yang menjurus ke basi atau lainnya. Tapi setelah dua jam terjadi kejadian ini,” katanya, Selasa (12/5/2026).
Ia minta semua pihak menunggu hasil uji sampel MBG kemarin di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK).
“Karena masih dilab-kan hasilnya apa kita tunggu ya,” tegasnya.
Terpisah Febrina Kusumawati Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya membenarkan, cek bau dan tampilan MBG sudah menjadi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dilakukan guru di sekolah.
“Dan pada saat situasi dicek semua bentuk masihnya aman, terus di bau enggak apa-apa,” ujarnya.
Setengah jam setelah makanan dibagi, baru mulai ada keluhan siswa merasa pusing dan mual.
“Terus (sekolah) langsung panggil (tenaga kesehatan) Puskesmas, (ada siswa yang) dibawa ke Puskesmas begitu, ya sudah. Kalau kejadiannya begitu cepat itu itu yang terjadi,” bebernya.
Febri juga sempat mengecek tampilan makanan yang belum dikonsumsi siswa kemarin sore pascakejadian, tidak ditemukan bau mencurigakan.
“Harus ada pendalaman atas kejadian ini. Kombinasi sama bumbu penyerta yang memang harus betul-betul dipastikan,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya 200 siswa SD dan SMP di kawasan Tembok Dukuh Surabaya mengeluhkan gejala keracunan diduga karena mengonsumsi MBG.
Usai kejadian, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bubutan Tembok Dukuh yang memproduki makanan kemarin tutup operasional sementara sembari menunggu hasil uji lab sampel menu. (lta/iss/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

