Sabtu, 18 Juli 2026

Srimulat Surabaya Tampil di Mal, Hidupkan Kembali Lawak Legendaris

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Mamy Okta, Eko Kucing, dan Idah Cebol dalam penampilan di mal kawasan Surabaya Barat pada Sabtu (30/5/2026) Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

Melalui pementasan Srimulat Surabaya generasi kedua yang digelar di mal kawasan Surabaya Barat, Sabtu (30/5/2026), masyarakat diajak kembali mengenal warisan seni lawak legendaris yang telah menjadi bagian penting sejarah hiburan Indonesia.

Kehadiran Srimulat di pusat perbelanjaan modern menjadi langkah strategis untuk mendekatkan kesenian tradisional kepada generasi muda yang selama ini lebih akrab dengan hiburan digital.

Pertunjukan tersebut menghadirkan sejumlah seniman Srimulat generasi kedua, seperti Mamy Okta, Eko Kucing, serta didukung seniman ludruk Surabaya, Cak Silo.

Suwanto General Manager mal tersebut mengatakan, penyelenggaraan acara budaya di pusat perbelanjaan merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian seni tradisional yang mulai jarang tampil di ruang publik modern.

“Selama ini pusat perbelanjaan identik dengan kegiatan yang sifatnya modern. Kami mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan memberi ruang bagi budaya tradisional dan ternyata respons masyarakat cukup baik. Banyak yang memang merindukan pertunjukan budaya seperti ini,” ujarnya.

Para pemain Srimulat yang mengundang penonton untuk berinteraksi di panggung pada Sabtu (30/5/2026). Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

Menurut Suwanto, ruang publik modern memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal dengan menghadirkan pertunjukan yang mudah diakses masyarakat luas.

Untuk memperluas akses masyarakat terhadap budaya, seluruh rangkaian pertunjukan dibuka secara gratis. Langkah ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat menikmati pertunjukan seni tanpa terbebani biaya.

Suwanto menambahkan, pihaknya berencana menjadikan program budaya sebagai agenda rutin bulanan dengan menghadirkan berbagai pertunjukan bertema budaya Nusantara.

Setiap kegiatan akan dikemas dengan konsep berbeda guna memperkenalkan keragaman seni tradisional Indonesia kepada masyarakat.

“Harapannya budaya tetap hidup dan bisa berdampingan dengan perkembangan modern. Ruang publik juga dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk kembali mengenal dan menikmati warisan budaya yang dimiliki,” pungkas Suwanto. (rzl/saf/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Sabtu, 18 Juli 2026
24o
Kurs