Minggu, 19 Juli 2026

IHSG Bergerak Menguat pada Selasa Pagi, Susul Peningkatan Bursa Global

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi - Seorang pria memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (21/2/2025). Foto : Antara

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat pada pembukaan Selasa (2/6/2026) menyusul peningkatan bursa saham Wall Street, Amerika Serikat (AS), yang didorong oleh minat pada bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligent/AI).

IHSG dibuka menguat 82,62 poin atau 1,35 persen ke posisi 6.210,00. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 5,05 poin atau 0,83 persen ke posisi 616,22.

“Pasar global masih ditopang oleh euforia AI, meski risiko inflasi energi dari konflik AS dengan Iran belum mereda,” ujar Liza Camelia Suryanata analis, dikutip dari Antara.

Pada bursa global, seperti MSCI World, MSCI Asia ex-Japan, MSCI EM, Wall Street Big Three, dan Nikkei Jepang mencatat capaian penguatan terbaru, sedangkan bursa Korea Selatan naik sekitar empat persen.

Namun, rally bursa saham global terjadi di tengah kondisi ekonomi AS yang tidak merata (K-shaped) dengan personal saving rate yang berada di titik terendah. Di sisi lain, perusahaan besar menikmati lonjakan belanja AI.

Yardeni Research memprediksi bank sentral AS, The Fed, akan beralih ke tightening bias pada peremuan FOMC yang diselenggarakan 16-17 Juni 2026, dan menaikkan suku bunga 25 bps pada Juli 2026.

Yardeni menyoroti data CPI, PPI, dan PCE AS yang kembali ke level tertinggi sejak 2023, sementara Cleveland Fed memproyeksikan inflasi Mei mencapai 4,18 persen (yoy) dan Atlanta Fed GDPNow memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 3,8 persen.

“Fokus pelaku pasar kini beralih ke data ketenagakerjaan AS, khususnya Nonfarm Payrolls pada Jumat nanti, yang berpotensi menjadi katalis utama pergerakan pasar,” ucap Liza.

Pada sentimen dalam negeri, pemerintah mulai menjalankan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai BUMN ekspor sebagai dukungan terhadap kebijakan ekspor satu pintu komoditas strategis mulai 1 Juni 2026.

Untuk tahap awal, pemberlakuan mencakup batu bara, CPO, dan ferro alloy dengan total ekspor nasional sekitar 23,4 persen dan pendapatan sebesar 66,1 miliar dolar AS. Nantinya kebijakan tersebut baru diimplementasi secara penuh pada 1 Januari 2027.

Dalam memberi dorongan repatriasi devisa, Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan menawarkan insentif PPh hingga nol persen untuk eksportir yang menempatkan DHE SDA dalam negeri sekaligus memberikan kelonggaran penempatan maksimal 30 persen DHE di bank non-Himbara selama tiga bulan untuk eksportir yang memiliki perjanjian bilateral dengan negara mitra dagang.

Bank Indonesia (BI) memperkuat stabilisasi nilai Rupiah melalui intervensi pasar valuta asing, pembelian SBN, serta pembatasan pembelian valas tanpa underlying hingga 25.000 dolar AS per bulan mulai Juni 2026.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan untuk periode Juni–September 2026 di level 3,50 persen (bank umum Rupiah), 6,00 persen (BPR), dan 2,00 persen (Valas).

Pemerintah turut memberlakukan kebijakan yang memungkinkan BUMN energi mengimpor minyak, BBM, dan LPG, melalui penunjukan langsung dalam kondisi tertentu agar energi nasional terjaga.

“Di tengah bermunculan kontroversi regulasi dan kebijakan baru pemerintah, Kiwoom Research sarankan untuk tidak membuka posisi Buy terlalu agresif (tetap mini lot), dan hanya dalam mode trading cepat. Perhatikan rotasi sektor yang diuntungkan dari katalis/sentimen pasar,” tutur Liza.

Pada perdagangan Senin (1/6/2026) kemarin, bursa saham Eropa kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,23 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,68 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,40 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,45 persen.

Sementara itu, bursa AS Wall Street kompak menguat pada Senin (1/6/2026), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,09 persen, indeks S&P 500 menguat 0,26 persen, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,60 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 1.054,33 poin atau 1,58 persen ke 65.880,00, indeks Shanghai melemah 5,43 poin atau 0,13 persen ke 4.052,31, indeks Hang Seng menguat 348,82 poin atau 1,37 persen ke 25.747,00, dan indeks Strait Times menguat 30,92 poin atau 0,61 persen ke 5.068,78. (ant/vve/iss/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 19 Juli 2026
26o
Kurs