Rabu, 10 Juni 2026

Pemkot Surabaya Kenang Kiprah Mendiang Prof Johan Silas

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Prof. Johan Silas tokoh arsitektur Indonesia sekaligus pakar tata kota dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Foto: Istimewa

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengenang sejumlah kiprah mendiang Prof. Johan Silas pakar tata kota legendaris dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Maria Theresia Ekawati Rahayu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya menyebut Johan Silas sebagai salah satu tokoh yang memberikan pengaruh terhadap perjalanan pembangunan kota.

Salah satu warisan penting yang lahir dari pemikirannya, kata Maria, Rumah Susun Sombo atau Rusunawa Sombo. Awal penataan kawasan permukiman perkotaan yang lebih layak, dan berkelanjutan di tengah tantangan urbanisasi yang terus berkembang.

“Beliau memiliki kontribusi besar dalam perjalanan pembangunan Kota Surabaya. Sebagai arsitek dan akademisi, Prof. Johan tidak hanya dikenal karena keilmuannya, tetapi juga karena dedikasinya yang panjang dalam memberikan pemikiran dan arah bagi penataan kota yang lebih baik,” kata Yayuk sapaan akrabnya, Selasa (9/6/2026).

Hingga akhir hayatnya, Johan Silas juga tetap aktif sebagai penasihat Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Surabaya, untuk mendorong upaya pelestarian identitas dan sejarah kota agar tetap terjaga di tengah derasnya pembangunan modern.

Johan Silas juga mengawal pengembangan kawasan hunian yang ramah lingkungan dan berorientasi pada kebutuhan warga. Misalnya Eco Medayu dan Eco Wonosakti.

Maria menyebut Johan Silas juga meninggalkan nilai-nilai yang ditanamkan dalam setiap proses pembangunan.

“Beliau selalu mengingatkan bahwa pembangunan harus dilakukan sesuai ketentuan dan perencanaan yang baik. Prinsip-prinsip itu yang terus beliau pegang dan ajarkan kepada banyak pihak,” ujarnya.

Bagi jajaran Pemkot Surabaya, sosok Johan Silas dikenal punya semangat pengabdian yang tidak pernah surut.

“Beliau adalah salah satu putra terbaik Surabaya yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan kota ini. Kontribusinya menjangkau banyak aspek, mulai dari tata ruang, perumahan, pelestarian cagar budaya hingga pengembangan sumber daya manusia,” ungkapnya.

Termasuk kemampuannya beradaptasi dengan berbagai generasi. Dengan wawasan yang luas dan cara penyampaian yang sederhana, ia mampu menjembatani perbedaan usia maupun latar belakang sehingga gagasan-gagasannya mudah dipahami dan diterapkan.

“Sosok yang selama puluhan tahun menjadi salah satu penjaga arah pembangunan Surabaya itu telah berpulang. Namun, jejak pemikirannya tetap hidup dalam wajah kota yang terus berkembang,” ujarnya.

Pemkot Surabaya memastikan akan melanjutkan berbagai nilai dan gagasan yang telah diwariskan, mulai dari pelestarian cagar budaya, penataan ruang, pembangunan perumahan hingga konsep pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan warga.

“Jejak pemikiran yang diwariskan beliau akan tetap menjadi bagian penting dalam arah pembangunan Surabaya dari generasi ke generasi,” tutupnya. (lta/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Rabu, 10 Juni 2026
26o
Kurs