Penampilan perdana Reyog Garudo Djoyo Manggolo dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo di ajang Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026 berbuah manis.
Grup reog yang diperkuat para siswa Sekolah Rakyat tersebut berhasil meraih penghargaan kategori 10 Besar Pelestari Budaya dalam festival bergengsi yang memperebutkan Piala Presiden RI.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SRT 5 Ponorogo. Pasalnya, FNRP 2026 merupakan kali pertama Reyog Garudo Djoyo Manggolo tampil dalam kompetisi reog tingkat nasional tersebut.
Devit Tri Candrawati Kepala SRT 5 Ponorogo mengaku bangga atas pencapaian para siswa yang telah menunjukkan kemampuan terbaik mereka di atas panggung.
“Sangat lega sekali. Bangga sekali, anak-anak memang luar biasa. Ini pengalaman pertama kami mengikuti FNRP dan mereka mampu memberikan penampilan terbaik,” ujar Devit usai menerima piala dan piagam penghargaan didampingi Fajar WH staf ahli Menteri Sosial pada penutupan FNRP dan Grebeg Suro 2026, seperti dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan festival.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Kementerian Sosial dan seluruh jajarannya sudah mengantarkan anak-anak satu langkah lebih maju. Semoga ini menjadi awal dari kesuksesan mereka ke depan. Proses tidak akan mengkhianati hasil, ini untuk anak-anak, dari mereka untuk mereka,” katanya.
Dalam penampilannya, Reyog Garudo Djoyo Manggolo membawakan kisah perjalanan Prabu Klono Sewandono yang hendak melamar putri Kerajaan Daha.
Perjalanan sang raja diwarnai pertarungan dengan Raja Singa Barong yang menghadang rombongannya.
Lakon tersebut menampilkan perpaduan gerak tari yang menggambarkan kegagahan, ketangkasan, serta semangat perjuangan Prabu Klono Sewandono.
Sosok raja juga digambarkan membawa pusaka andalannya, yakni cemeti sakti Kyai Pecut Samandiman.
Suasana pertunjukan semakin semarak dengan iringan gamelan khas Jawa yang dimainkan secara dinamis. Alunan kendang, gong, kenong, kethuk, dan slompret berpadu dengan suara penyenggak sehingga menghadirkan pertunjukan yang memukau penonton.
Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI berlangsung selama empat hari, mulai 11 hingga 14 Juni 2026 di Alun-Alun Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sebanyak 32 grup reog dari berbagai daerah ambil bagian dalam ajang tahunan tersebut.
Pada FNRP 2026, Grup Reog Singo Taruno Budoyo dari SMPN 1 Ponorogo berhasil meraih gelar juara pertama. Sementara itu, Grup Reog Kyai Lodra dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur sukses membawa pulang Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia sebagai juara Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI.
Acara penutupan Grebeg Suro 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh nasional, di antaranya Susiwijono Moegiarso Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Akhmad Wiyagus Wakil Menteri Dalam Negeri, Dwi Marhen Yono Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II, Fajar WH Tenaga Ahli Menteri Sosial, Lisdyarita Plt Bupati Ponorogo, serta anggota DPR RI dan DPRD Ponorogo.(faz/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

