Kementerian Pariwisata akan mendorong kemandirian dan pertumbuhan desa wisata di seluruh Indonesia. Widiyanti Putri Wardhana Menteri Pariwisata mengatakan, desa wisata rintisan memiliki potensi wisata yang bisa dikembangkan.
Namun, kebanyakan desa wisata rintisan menghadapi kendala pada keterbatasan sarana-prasarana. Sehingga, tingkat kunjungan yang rendah.
Maka dari itu, pemerintah akan fokus mengintervensi pada pemetaan potensi desa wisata rintisan.
“Untuk desa wisata yang berkembang yang mulai menerima kunjungan wisatawan, dan mengembangkan sarana pendukung. Fokus intervensi diarahkan kepada pengembangan produk wisata,” kata Widiyanti Putri Wardhana Menteri Pariwisata saat Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026)
Sementara, desa wisata maju yang telah dikenal wisatawan sudah punya tata kelola yang relatif lebih baik. Sehingga, perlu didorong untuk memperluas pasar melalui penguatan pemasaran untuk meningkatkan daya saing destinasi.
“Untuk desa wisata mandiri yang telah memiliki daya tarik berkelas nasional maupun internasional, serta berkontribusi nyata terhadap perekonomian daerah. Intervensi difokuskan kepada peningkatan kualitas dan inovasi. Hasilnya kami melihat dampak yang baik atau positif dari sisi pengembangan desa wisata maupun kontribusinya terhadap aktivitas dan perekonomian pariwisata,” katanya.
Widiyanti mencatat ada peningkatan jumlah desa wisata di Indonesia. Mulanya 6.148 desa pada tahun 2025 menjadi 6.264 desa pada 2026.
“Desa wisata tumbuh 1,89 persen. Peningkatan juga terlihat pada hampir seluruh kategori menunjukkan peningkatan kapasitas desa menuju tingkat mandiri,” ujarnya.
Pada tahun 2025, hanya 319 desa wisata dalam kategori maju. Sedangkan pada tahun 2026 terdapat peningkatan 329 desa wisata maju. Demikian pula dengan desa berkembang dari 997 desa pada tahun 2025, menjadi 1.016 desa pada tahun 2026.
“Dampak program juga terjamin pada 50 desa wisata penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2024, yang memperoleh dukungan dari Kementerian Pariwisata. Kami bisa melihat bahwa dari tahun 2023 ke 2024, total kunjungan dan perjalanan wisatawan meningkat 14,93 persen. Kembali juga tumbuh 44,81 persen pada tahun 2025,” ungkapnya.
Kementerian Pariwisata mencatat lebih dari 2,3 juta kunjungan dan perjalanan wisata pada tahun 2025. Di mana peningkatan pariwisata juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
“Pendataan sektor pariwisata pada 50 desa (penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2024) meningkat. Dari 38,48 miliar pada tahun 2023 menjadi 46,5 miliar pada 2024, yaitu tumbuh 19,67 persen, dan kembali meningkat 29,41 persen untuk tahun 2025,” pungkasnya.(lea/rid)
NOW ON AIR SSFM 100

