Minggu, 21 Juni 2026

Dipandu Anjasmara, Yoga Massal di Unesa Cetak Rekor MURI

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar yoga massal yang melibatkan ribuan peserta, termasuk penyandang disabilitas, pada Minggu (21/6/2026). Foto: Istimewa

Ribuan peserta memadati Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam peringatan Hari Yoga Internasional 2026, Minggu (21/6/2026). Kegiatan yang dipandu Anjasmara instruktur yoga ini berhasil mencatat rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kategori Yoga dengan Gerakan Disabilitas oleh Peserta Terbanyak.

Dwi Cahyo Kartiko Wakil Rektor IV Unesa mengatakan, penyelenggaraan yoga massal tersebut sejalan dengan identitas UNESA yang memiliki keunggulan di bidang disabilitas, olahraga, dan seni.

“UNESA dengan tiga keunggulan, yaitu disabilitas, olahraga dan seni, hari ini kita akan tunjukkan bahwa UNESA itu hadir untuk anak disabilitas. Selama ini yoga itu memang untuk anak non-disabilitas, tapi UNESA ingin mensejajarkan, tidak ada jarak antara disabilitas dan non-disabilitas,” ujarnya.

Menurut Cahyo, kegiatan ini bukan sekadar upaya mengejar rekor, melainkan bagian dari misi kampus untuk membangun lingkungan yang inklusif serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh individu untuk berkembang dan berpartisipasi.

Yoga massal yang dipusatkan di Unesa kampus Lidah Wetan tersebut dipandu langsung oleh Anjasmara. Ia mengajak ribuan peserta mengikuti rangkaian gerakan yang merupakan bagian dari Yoga Protocol, standar yoga yang telah ditetapkan Pemerintah India dan dapat diterapkan oleh siapa saja sesuai kondisi tubuh masing-masing.

“Gerakan yang kita lakukan merupakan standar dari yoga protocol yang sudah dipatenkan oleh Pemerintah India. Pose-pose yoga yang tadi itu dapat dilakukan oleh siapapun, dimanapun, kapanpun. Jadi tidak hanya kita yang normal saja, tapi teman-teman yang disabilitas pun dapat melakukannya. Tapi harus diingat lagi bahwa kita melakukannya sesuai dengan kondisi tubuh,” jelasnya.

Bagi Anjasmara, yoga merupakan aktivitas yang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Ia merasakan manfaat yoga dalam meningkatkan kesadaran terhadap tubuh dan pikiran sekaligus membantu menjaga kualitas hidup.

“Dengan yoga meningkatkan tingkat kesadaran saya terhadap tubuh, pikiran serta jiwa dan sekeliling. Dan dengan yoga meningkatkan metabolisme tubuh, memperlancar peredaran darah, serta meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa yoga merupakan olahraga yang inklusif karena tidak mengenal batas usia maupun kondisi fisik tertentu. Dengan penyesuaian gerakan, manfaat yoga dapat dirasakan oleh siapa saja, termasuk penyandang disabilitas.

“Yoga tidak mengenal batasan usia pada saat melakukan yoga dan yoga pun dapat dilakukan di mana saja, kapan saja. Pastinya metabolisme tubuh semakin baik, kadar oksigen dalam tubuh semakin meningkat, tubuh pun bisa lebih cepat rileks dan melepaskan seluruh ketegangan-ketegangan yang ada di tubuh,” tegasnya.

Pencatatan rekor tersebut mendapat apresiasi dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Almy Birama Jufaransyah Relationship Manager MURI menilai, kegiatan yang digelar Unesa memiliki nilai penting karena membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam aktivitas olahraga dan kesehatan.

“Yang kami lihat dan yang kami apresiasi di sini adalah UNESA dengan niat baiknya bisa mengomunikasikan yoga kepada teman-teman disabilitas. Untuk di lingkungan institusi pendidikan ini merupakan yang pertama. Jadi kami mengapresiasi, semoga pencatatan rekor ini menginspirasi kampus-kampus lain untuk melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Shri Sandeep Chakravorty Duta Besar India untuk Indonesia. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan ribuan peserta tersebut menunjukkan bahwa yoga memang diperuntukkan bagi semua orang tanpa memandang usia maupun kondisi fisik.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada UNESA dan Pak Jasmara yang telah menyelenggarakan yoga hari ini. Saya pikir yoga adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh orang disabilitas. Anda tidak perlu melakukan yoga khusus untuk disabilitas, karena yoga adalah untuk semua orang,” katanya. (saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 21 Juni 2026
29o
Kurs