Kamis, 25 Juni 2026

Antre Biosolar Mengular di SPBU Surabaya Raya, Pertamina Tambah 12 Tangki Percepat Distribusi Dalam 2 Hari

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Antrean SPBU Kenjeran didmonasi truk, Kamis (25/6/2026). Foto: Musi Pendengar Suara Surabaya via WA SS

Sejumlah pendengar melaporkan ke Radio Suara Surabaya terkait antrean truk pengangkut logistik mengisi biosolar yang mengular di sejumlah SPBU wilayah Surabaya Raya sejak kemarin, Rabu (24/6/2026) hingga hari ini, Kamis (25/6/2026).

Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menanggapi fenomena itu saat mengudara di Radio Suara Surabaya menjelaskan peningkatan antrean terjadi seiring naiknya konsumsi biosolar setiap awal pekan, khususnya Senin dan Selasa.

Menurutnya, berdasarkan pemantauan distribusi BBM, konsumsi pada dua hari tersebut memang cenderung lebih tinggi dibandingkan hari-hari lainnya setiap pekan.

“Kami melihat antrean disebabkan kebutuhan barang yang sama di waktu bersamaan. Kami sedang melakukan mitigasi. Setelah pemantauan intensif, pada 23 dan 24 Juni, kami memasifkan percepatan pengiriman produk ke SPBU yang berpotensi menyerap produk lebih tinggi dibandingkan lainnya, terutama yang berada di dekat pelabuhan, pintu masuk tol, dan jalur trans antarkota,” kata Ahad.

Untuk mengurai antrean, Pertamina menyiapkan 12 mobil tangki tambahan yang secara khusus melayani distribusi biosolar di wilayah Surabaya Raya. Armada tersebut beroperasi mulai pukul 22.00 hingga 12.00 WIB untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat.

“Kami siapkan 12 mobil tangki untuk melayani biosolar mulai jam 10 malam sampai 12 siang untuk percepatan pemenuhan kebutuhan masyarakat dan mengurai antrean di SPBU. Mudah-mudahan dengan adanya percepatan ini, kebutuhan masyarakat yang mengalami peningkatan konsumsi dapat terpenuhi,” ujarnya.

Ahad menyebut, masih melakukan evaluasi faktor penyebab lonjakan konsumsi pekan ini. Pertamina juga berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk organisasi angkutan dan pelaku logistik, untuk mengetahui kemungkinan adanya peningkatan aktivitas distribusi barang antarkota.

“Itu yang perlu kita lihat. Minggu ini ada faktor penentu apakah ada peningkatan distribusi logistik antarkota. Dari sisi kami, yang terpenting memastikan ketersediaan tetap ada dengan melakukan percepatan distribusi dan penambahan mobil tangki khusus Biosolar,” katanya.

Ia tidak menampik ada kemungkinan berbagai faktor pemicu kenaikan konsumsi, termasuk penggunaan BBM untuk kebutuhan industri atau operasional genset saat terjadi gangguan pasokan listrik. Namun, fokus Pertamina saat ini adalah memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Apakah ada korelasi dengan faktor-faktor tersebut (listrik PLN sempat padam, banyak industri membutuhkan BBM untuk genset) masih kami lihat. Yang jelas, karena ada permintaan yang lebih tinggi dari biasanya, kami antisipasi dengan pasokan yang lebih besar dari biasanya,” ujarnya.

Terkait stok, Ahad menegaskan pasokan biosolar dalam kondisi aman. Antrean yang terjadi lebih disebabkan tingginya permintaan dalam waktu bersamaan.

“Stok ada, tetapi permintaan memang lebih tinggi dari biasanya,” tegasnya.

Pertamina juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU yang mengalami antrean.

Selain itu, Ahad memastikan sistem kerja pengemudi mobil tangki yang beroperasi 24 jam tanpa henti, tetap berjalan normal dengan pengaturan shift yang telah diterapkan sejak lama demi menjaga keselamatan distribusi.

“Secara rasio masih cukup. Ada lebih dari 200 mobil tangki dan masing-masing memiliki dua awak. Operasional distribusi berlangsung 24 jam dengan sistem tiga shift, sehingga kebutuhan distribusi masih dapat terpenuhi,” katanya.

Mengenai isu kenaikan harga solar yang disebut-sebut menjadi penyebab meningkatnya antrean, Ahad menegaskan hingga saat ini tidak ada instruksi resmi dari pemerintah terkait penyesuaian harga.

“Kami pastikan sampai saat ini penyesuaian harga belum ada instruksi lanjutan dari pemerintah. Jika ada kebijakan resmi, tentu akan kami sampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pertamina memperkirakan kondisi antrean di wilayah Surabaya Raya akan mulai berangsur normal dalam satu hingga dua hari ke depan seiring distribusi tambahan yang dilakukan tanpa henti selama 24 jam.

“Secara optimal, wilayah Surabaya Raya dalam satu hingga dua hari ini bisa terurai karena pengiriman dilakukan terus menerus selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tandas Ahad. (lta)

 

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Kamis, 25 Juni 2026
32o
Kurs