Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan, Jumat (17/7/2026) pagi. Rupiah naik 6 poin atau 0,03 persen ke level Rp17.980 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.986 per dolar AS.
Josua Pardede Kepala Ekonom Permata Bank mengatakan penguatan rupiah ini didorong oleh data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Kondisi tersebut memperkuat keyakinan bahwa tekanan inflasi di Negeri Paman Sam mulai mereda.
“PPI tercatat lebih rendah dari ekspektasi pasar, sehingga memperkuat keyakinan bahwa tekanan inflasi di AS terus mereda,” kata Josua di Jakarta, yang dikutip Antara.
Sementara dari laporan Anadolu, harga produsen di AS secara tak terduga mengalami penurunan pada Juni 2026. Ini menjadi penurunan pertama dalam hampir satu tahun, yang terutama dipicu oleh turunnya biaya energi.
Sentimen tersebut mendorong mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS, termasuk rupiah.

NOW ON AIR SSFM 100

