Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memastikan tidak ada mahasiswa yang terpaksa menghentikan kuliah akibat keterbatasan ekonomi, karena kampus telah menyiapkan berbagai skema bantuan, mulai dari penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT), pembebasan UKT, hingga pemberian beasiswa biaya hidup melalui dana abadi.
Prof. Bambang Pramujati Rektor ITS mengatakan, kebijakan tersebut berlaku baik bagi calon mahasiswa yang mengalami perubahan kondisi ekonomi sebelum daftar ulang maupun mahasiswa aktif yang menghadapi persoalan finansial di tengah masa studi.
“Kalau masalah ekonomi, InsyaAllah nanti kami akan ada solusinya. Kami tidak akan membiarkan mahasiswa itu tidak jadi kuliah karena masalah ekonomi. Jadi, kami akan berusaha mencari jalan agar anak itu tetap bisa melanjutkan kuliah,” katanya di Kampus ITS, Surabaya, Jumat (17/7/2026).
Bambang menjelaskan, ITS pernah menangani kasus calon mahasiswa yang hampir batal kuliah karena ayahnya meninggal dunia setelah proses seleksi berlangsung. Akibat perubahan kondisi ekonomi keluarga, kampus kemudian menyesuaikan besaran UKT sesuai kemampuan ekonomi terbaru.
Jika mahasiswa aktif mengalami penurunan kemampuan ekonomi, ITS juga membuka mekanisme pengajuan peninjauan ulang UKT. Bahkan, apabila diperlukan, kampus juga akan membantu biaya hidup mahasiswa melalui beasiswa.

NOW ON AIR SSFM 100

