“Kami di ITS sudah bertekad bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang mundur karena masalah finansial. Kami pasti akan usahakan mencari jalan keluar agar mereka tetap kuliah, karena kami masih yakin salah satu cara memutus rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan,” tegasnya.
Komitmen itu juga diwujudkan saat ITS menemukan lebih dari 300 mahasiswa penerima KIP Kuliah Tipe 2 yang hanya memperoleh pembebasan UKT, namun tidak mendapatkan bantuan biaya hidup. Agar mereka tidak mengundurkan diri, ITS menggunakan hasil pengelolaan dana abadi untuk menanggung kebutuhan hidup para mahasiswa tersebut hingga lulus.
“Kita berusaha mencari dana abadi. Sumbernya dari mana? Bisa dari alumni, perusahaan, donatur-donatur yang bukan alumni. Dan ITS sendiri itu sudah komit bahwa setiap tahun kita akan mengalokasikan anggaran untuk menambah jumlah dana abadi, karena memang harapannya dana abadi itu nanti menjadi salah satu pilar untuk membantu,” ujarnya.
Seperti diketahui, dana abadi ITS telah mencapai ratusan miliar rupiah. Dana tersebut dikelola melalui instrumen investasi yang aman, seperti sukuk dan deposito, dengan hasil investasi dimanfaatkan untuk beasiswa serta bantuan biaya hidup mahasiswa. ITS menargetkan dana abadi bisa meningkat pada tahun-tahun mendatang.(ris/wld/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

