Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menangani banjir rob yang sempat menggenangi dua sekolah pada awal pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Dua sekolah yang terdampak berada di kawasan pesisir, yakni satu sekolah negeri di Romokalisari dan satu sekolah swasta di Kalianak.
Begitu menerima laporan kenaikan air laut, Pemkot langsung mengerahkan armada penyedot air melalui koordinasi lintas perangkat daerah (PD), kecamatan, dan kelurahan.
Febrina Kusumawati Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mengatakan, penanganan banjir rob di lingkungan sekolah telah menjadi bagian dari prosedur operasional standar (SOP) yang dijalankan bersama pemerintah wilayah. Karena itu, setiap laporan langsung ditindaklanjuti sebelum genangan semakin tinggi.
“Begitu air mulai naik dan berpotensi mengganggu fasilitas pendidikan, petugas langsung disiagakan. Kami juga mengerahkan armada Damkar dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mempercepat penyedotan air sehingga genangan tidak mengganggu kegiatan belajar,” ujar Febrina.

NOW ON AIR SSFM 100

