Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan realisasi program pelebaran jalan provinsi yang belum memenuhi standar, mulai berjalan pada 2027 mendatang.
Edy Tambeng Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur menjelaskan, saat ini ini sekitar 48 persen jaringan jalan provinsi atau 700 kilometer ruas memiliki lebar di bawah standar, yakni hanya 5 meter.
“Seperti LKPJ kemarin, kita itu ada 48 persen jalan yang belum memenuhi standar buku gender, itu sekitar 700 kilometer-an,” ujar Edy dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).
Nantinya program tersebut akan menyasar ruas-ruas jalan provinsi yang lebarnya di bawah standar, terutama di kawasan pegunungan dan sejumlah jalur menuju destinasi wisata.
Edy menjelaskan, realisasi pelebaran jalan baru bisa dilakukan tahun depan karena proses penganggaran P-APBD tahun ini terlalu mepet.

NOW ON AIR SSFM 100

