Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan, Kamis (13/8/2026) melemah menjadi Rp17.879 per dolar AS.
Muhammad Amru Syifa Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) menyatakan, lemahnya kurs rupiah karena dinilai masih menghadapi tekanan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah (Timteng).
“Rupiah masih menghadapi tekanan dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, terutama perkembangan terkait Iran dan Selat Hormuz yang berpotensi mempengaruhi pasokan serta harga energi,” katanya, melansir Antara, Kamis (13/8/2026).
Untuk diketahui, Iran memberikan enam syarat yang harus dipenuhi AS agar Selat Hormuz dapat dibuka kembali. Mulai dari mengakhiri ancaman terhadap pemimpin tertinggi Iran, menghentikan secara permanen aksi militer terhadap Iran dan sekutu-sekutunya di kawasan, menarik seluruh kekuatan laut dan udara AS yang terlibat dalam blokade terhadap Iran, memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami Teheran selama konflik baru-baru ini, mencabut sanksi AS, serta membebaskan aset-aset Iran yang dibekukan.
Saat ini Iran sedang menyiapkan rancangan undang-undang yang melarang kapal militer dan komersial dari negara yang dianggap “musuh” memasuki Selat Hormuz tanpa persetujuan Teheran.

NOW ON AIR SSFM 100

