Selasa, 25 Agustus 2026

Realisasi Investasi Jawa Timur Semester I 2026 Tembus Rp72,7 Triliun

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Dyah Wahyu Ermawati Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur (Jatim) ketika mengudara di Radio Suara Surabaya pada Senin (7/10/2024). Foto: Tito suarasurabaya.net

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat realisasi investasi sepanjang semester I/2026 tembus Rp72,7 Triliun berada di bawah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Dyah Wahyu Ermawati Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur menjelaskan catatan sepanjang semester I tersebut juga berkontribusi terhadap 7,2 persen realiasi investasi secara nasional.

Selain itu, tercatat sebanyak 87.740 proyek investasi yang berhasil terealisasi selama semester I/2026 di Jawa Timur.

Proyek tersebut didominasi oleh investasi domestik dengan presentase share sebesar 68,5 persen, sedangkan realisasi investasi para pemodal asing secara keseluruhan mencapai 31,5 persen.

“Total nilai investasi sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) secara keseluruhan tercatat sebesar Rp49,8 triliun dengan 76.229 proyek. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) di Jatim sepanjang Januari-Juni 2026 yang terhimpun sebesar Rp22,9 triliun dengan 11.511 proyek,” katanya, Selasa (25/8/2026).

Selama periode tersebut, iklim investasi di Jawa Timur didominasi oleh pemodal asing dari negara-negara kawasan Asia. Dengan rincian Hongkong tercatat menjadi investor PMA terbesar dengan nilai realisasi mencapai Rp4,73 triliun atau berkontribusi sebesar 20,7 persen.

Kemudian Jepang sebesar Rp3,16 triliun (13,8 persen), Cina sebesar Rp3,06 triliun (13,4 persen), Singapura senilai Rp3,02 triliun (13,2 persen), dan Luksemburg sebesar Rp1,62 triliun (7,1 persen).

“Proyek-proyek strategis global seperti Indonesia Smelting Technology oleh PMA Jepang yang bergerak pada sektor Industri Logam Dasar dan Xinyi Solar Indonesia oleh PMA Hong Kong di sektor Industri Mineral Non-Logam berjalan dengan realisasi modal yang masif di Provinsi Jawa Timur,” tuturnya.

Dampak investasi tersebut juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja lokal. Sepanjang periode tersebut, tercatat sebanyak 135.651 Tenaga Kerja Indonesia yang berhasil terserap.

Terkait dengan sub sektor, investasi di Jatim pada semester I ditopang oleh sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran dengan realisasi Rp9,6 triliun atau sebesar 13,2 persen dari total investasi sepanjang Januari-Juni 2026.

“Selanjutnya, investasi Jatim pada periode ini banyak disumbang oleh Industri Makanan dengan nilai realisasi sebesar Rp8,6 triliun atau mencapai 11,8 persen dari total keseluruhan nilai investasi semester I/2026, lalu Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi sebesar Rp6,7 triliun atau menyumbang sebesar 9,3 persen, Industri Kimia dan Farmasi sebesar Rp5,2 triliun atau 7,2 persen, serta Perdagangan dan Reparasi senilai Rp4,9 triliun atau 6,8 persen,” papar dia.

Di sisi lain,Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik disebut menjadi motor penggerak investasi Provinsi Jawa Timur selama semester I.

Dyah mengatakan, dua kota tersebut turut menyumbang realisasi sebesar Rp19,3 triliun atau berkontribusi sebesar 26,6 persen serta Rp11,4 triliun atau mencapai 15,7 persen.

“Dilanjutkan dengan Kabupaten Pasuruan dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp8,1 triliun atau berkontribusi sebesar 11,1 persen, lalu Kabupaten Sidoarjo Rp7,8 triliun (10,7 persen), dan Kabupaten Malang Rp3,6 triliun (5,0 persen),” tandasnya.(wld/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Selasa, 25 Agustus 2026
32o
Kurs