PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mengumumkan jajaran komisaris dan direksi yang bertugas menjalankan operasional perusahaan milik negara ini.
Luke Thomas Mahony, Direktur Utama PT DSI, dalam Peluncuran Babak Baru Tata Kelola Ekspor SDA yang digelar di Jakarta, Senin (25/4/2026), menyampaikan tujuan pihaknya untuk mengawasi dan memfasilitasi tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) strategis, agar tidak terjadi praktik manipulasi harga seperti under invoicing dan transfer pricing.
Dalam kesempatan itu, Luke mengenalkan jajaran komisaris dan direksi yang mendampinginya mengoperasikan DSI. Berikut daftar lengkapnya yang dilansir dari Antara:
Presiden Komisaris: M Syaifurrahman Noer
M Syaifurrahman Noer, atau Cipung Noer, pernah menjabat sebagai Production Development Engineer di Madrid, Spanyol, lalu menjadi Direktur IPTN, CN-235 Program di Bandung. Selanjutnya ia menempati posisi di IPTN North America (Seattle, AS), menjadi Presiden Komisaris PT Indonesian Defence Security and Technology, dan dikenal sebagai Senior Aerospace and Defence Leader.
Komisaris: Mari Elka Pangestu
Mari Elka memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan dan pembangunan ekonomi nasional. Ia pernah menjabat sebagai Managing Director of Development Policy and Partnerships di World Bank periode 2020-2023, sebelumnya juga dipercaya sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014 serta Menteri Perdagangan periode 2004-2011.
Komisaris: Tony Wenas
Tony Wenas menjabat sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia sejak Desember 2018, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam kepemimpinan di berbagai sektor serta latar belakang manajemen kuat dan pengaruh di ekosistem pertambangan nasional.
Komisaris: Harold Tjiptadjaja
Harold pernah menjabat sebagai Senior Director Strategic Unit/Transaction & Strategy Support di Danantara Indonesia, serta pernah menduduki posisi Managing Director Investment Banking di Mandiri Sekuritas dan Chief Investment Officer (CIO) sekaligus Managing Director di Indonesia Infrastructure Finance (IIF). Ia memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang investasi, merger dan akuisisi (M&A), project finance, serta restrukturisasi korporasi.
Direktur Utama: Luke Thomas Mahony
Luke Thomas merupakan warga negara Australia yang pernah menjabat sebagai Direktur PT Vale Indonesia.
Direktur Keuangan: Sinthya Roesly
Sinthya pernah memimpin PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (IIGF/PII) dari 2009-2017, menjadi Chairperson and CEO LPEI 2017-2019, serta pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT PLN (Persero).
Direktur Manajemen Risiko: Nur Hidayat Udin
Nur Hidayat memiliki 28 tahun pengalaman di Bank Mandiri, terakhir sebagai Senior Vice President Wholesale Risk, dan pernah menjadi Director of Risk Management and HSSE MIND ID.
Direktur Legal dan Kepatuhan: Ivan Ferdiansyah Baely
Ivan memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di private practice, pemerintahan (IBRA), serta konsultasi. Ia dikenal sebagai Senior Corporate Lawyer and Managing Partner of IABF Law Firm dan diakui sebagai top tier Legal Expert di Indonesia.(ant/iss/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

