Jumat, 11 September 2026

Rupiah Ditutup Melemah, Tertekan Kenaikan Data PPI Amerika Serikat

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di pusat sebuah bank di Jakarta. Foto: Antara Ilustrasi - Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di pusat sebuah bank di Jakarta. Foto: Antara

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (11/9/2026) ditutup melemah 64 poin atau 0,36 persen menjadi Rp17.611 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.547 per dolar AS.

Muhammad Amru Syifa, Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) menyatakan bahwa pergerakan rupiah tertekan akibat kenaikan data Producer Price Index (PPI) AS.

“Rupiah pada perdagangan Jumat masih bergerak di bawah tekanan setelah pasar merespons data PPI AS (meningkat menjadi 5,4 persen year on year (yoy) dari 4,8 persen yoy pada bulan sebelumnya, melampaui konsensus sebesar 5,3 persen yoy) yang dirilis Kamis (10/9/2026),” katanya dilansir dari Antara, pada Jumat (11/9/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan PPI menjadi 5,4 persen secara tahunan disebut membuat perhatian investor kembali tertuju pada risiko inflasi dan prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed), yang turut mendorong kenaikan yield obligasi AS dan menjaga permintaan terhadap dolar.

Selain itu, tekanan eksternal juga diperkuat oleh harga minyak yang tetap tinggi di tengah ketegangan geopolitik.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Jumat, 11 September 2026
28o
Kurs