Serangan drone Ukraina terbesar di wilayah Moskow menewaskan tiga orang dan merusak sebagian kilang minyak di ibu kota, kata otoritas setempat pada Minggu (20/9/2026) waktu setempat, bertepatan dengan hari terakhir pemilihan parlemen di Rusia.
Laporan Reuters menyebutkan, Ukraina dan Rusia terus saling menyerang infrastruktur energi masing-masing, meski Donald Trump Presiden AS pada Senin (14/9/2026) mengumumkan bahwa keduanya telah sepakat untuk menghentikannya.
Sergei Sobyanin Wali Kota Moskow melalui kanal Telegram-nya mengatakan Rusia telah menembak jatuh lebih dari 1.600 drone sejak Sabtu, termasuk 450 drone yang menuju Moskow.
“Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan untuk mengganggu pemilu,” katanya. “Musuh gagal mencapai tujuannya.”
Sejumlah drone berhasil mencapai area kilang minyak, dan satu drone menghantam sebuah gedung apartemen, ujarnya.
Dua orang tewas dalam serangan dini hari tersebut, dan satu orang lainnya meninggal karena luka-lukanya di rumah sakit, kata Andrei Vorobyov, Gubernur wilayah Moskow, di Telegram.
Di desa Sofyino, selatan Moskow, sesosok jenazah tertutup selimut bernoda tergeletak di depan sebuah blok apartemen yang rusak, dengan jendela-jendela di lantai atasnya hancur.
“Kaca beterbangan, orang-orang mulai berteriak-teriak. Saya menoleh, dan pintu masuknya sudah hancur, puing-puing di mana-mana,” kata Vitaliy, seorang warga yang hanya menyebut nama depannya.
Sebuah fasilitas di kilang Moskow rusak akibat serangan itu, kata Wali Kota Sobyanin tanpa merinci lebih lanjut, menurut kantor berita Interfax.
Saksi mata Reuters di Moskow mendengar ledakan dan melihat kepulan asap membubung dari lokasi kilang.
Serangan Ukraina telah melumpuhkan sebagian besar kapasitas pengilangan minyak Rusia. Akibatnya, terjadi kelangkaan produk minyak, kenaikan harga bahan bakar, dan antrean panjang di SPBU di banyak wilayah di seluruh negeri yang membentang di 11 zona waktu.
Kilang Moskow, yang sudah beberapa kali menjadi sasaran, mengolah 11,6 juta metrik ton minyak pada 2024, menghasilkan 2,9 juta ton bensin dan 3,2 juta ton solar, berdasarkan data terbaru yang tersedia.
Ukraina belum memberikan komentar atas serangan tersebut. Kedua pihak menyatakan tidak menyasar warga sipil.
Di wilayah Moskow yang lebih luas, 400 orang, termasuk 70 anak-anak, dievakuasi dari sebuah apartemen 21 lantai di distrik Ramenskoye, dan sejumlah rumah rusak, kata Gubernur Vorobyov.(iss)

NOW ON AIR SSFM 100

