Kamis, 5 November 2026

Mensos Pastikan Sekolah Rakyat Terbuka untuk Anak Disabilitas

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Saifullah Yusuf Menteri Sosial RI saat wawancara dengan media di gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (30/10/2026). Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan program Sekolah Rakyat terbuka untuk menampung anak-anak penyandang disabilitas, tetapi dengan ketentuan yang disesuaikan berdasarkan hasil asesmen tingkat kebutuhan dan kondisi masing-masing anak.

Saifullah Yusuf Menteri Sosial (Mensos) menyampaikan bahwa penempatan anak disabilitas di Sekolah Rakyat dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan tingkat kedaruratan dan kemampuan adaptasi anak.

“Ya lihat sampai seberapa ini dulu ya, disabilitasnya ya. Jadi, kan nggak semua bisa dijadikan satu. Tapi, selama masih memungkinkan, kita terima itu, Sekolah Rakyat itu,” kata Mensos selepas pertemuan terbatas dengan jajaran pimpinan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta, Kamis (5/11/2026), yang dilansir Antara.

Meski belum dijelaskan secara rinci, Gus Ipul sapaan akrabnya memastikan bahwa sejauh ini terdapat beberapa kasus dimana anak penyandang disabilitas mental di berbagai daerah, seperti di Bekasi, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Utara, diikutsertakan dalam program Sekolah Rakyat dan menunjukkan perkembangan yang sangat positif setelah berjalan satu tahun.

Namun, apabila hasil asesmen menunjukkan bahwa anak yang bersangkutan belum memungkinkan untuk langsung mengikuti proses pembelajaran reguler, pihak kementerian akan mengarahkan mereka untuk menjalani rehabilitasi terlebih dahulu di balai atau sentra rehabilitasi sosial milik Kementerian Sosial.

“Jadi, kita lihat kondisinya ya, kondisi hasil asesmennya seperti apa. Kalau memang memungkinkan, ya kita gabung. Kalau enggak, kita di sentra dulu untuk dilakukan rehabilitasi,” ujarnya.

Saifullah menegaskan bahwa konsep Sekolah Rakyat dirancang dengan mengintegrasikan tiga fungsi utama yang berjalan secara beriringan, yakni fungsi edukasi, rehabilitasi dan vokasi.

Melalui skema itu, anak-anak yang belum siap secara psikologis maupun motorik untuk mengikuti kegiatan belajar formal akan mendapatkan intervensi rehabilitasi di sentra-sentra pelayanan Kementerian Sosial hingga siap bergabung bersama siswa lainnya.

“Kami berterima kasih atas rekomendasi-rekomendasi yang diberikan kepada Kementerian Sosial. Kami juga terima kasih selama ini KPAI mendampingi kami, terutama dalam rangka menjalankan program strategis Bapak Presiden Sekolah Rakyat,” katanya.(ant/fia/bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Surabaya
Kamis, 5 November 2026
31o
Kurs