Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan TFR Indonesia turun menjadi 2,13 anak per perempuan, sementara proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai 11,97 persen. Indonesia pun memasuki fase ageing population, dengan rasio ketergantungan meningkat menjadi 45,05 persen.
Kondisi tersebut menandakan keluarga semakin kecil di tengah jumlah penduduk lansia yang terus bertambah. Sementara anak sebagai penopang utama lansia juga semakin banyak tinggal jauh karena pendidikan dan pekerjaan.
Perubahan demografi tersebut meningkatkan beban generasi produktif, terutama sandwich generation yang harus memenuhi kebutuhan anak sekaligus orang tua. Beban perawatan juga banyak ditanggung perempuan dan dapat berdampak pada pekerjaan serta pendapatan mereka.
Karena itu, kesejahteraan lansia tidak semestinya hanya bergantung pada jumlah anak atau kemampuan keluarga, tetapi membutuhkan peran negara melalui penguatan jaminan pendapatan, layanan kesehatan dan long-term care, serta dukungan bagi keluarga dan caregiver.
Prof. Jenny Lukito Setiawan Guru Besar Psikologi Konseling Universitas Ciputra Surabaya mengatakan bahwa persoalan tersebut perlu segera dipikirkan karena generasi yang berada di tengah, harus menjalankan berbagai peran sekaligus.

NOW ON AIR SSFM 100

