Jawa Timur dinilai perlu menggeser fokus pengembangan investasi dari sekadar menawarkan potensi menjadi memastikan setiap proyek siap dieksekusi dan dibiayai.
Adik Dwi Putranto Ketua Umum Kadin Jawa Timur mengatakan, investor tidak hanya mempertimbangkan besarnya potensi ekonomi sebuah daerah.
Kepastian lahan, infrastruktur, utilitas, perizinan, sumber daya manusia hingga ketersediaan pemasok menjadi bagian penting sebelum modal ditanamkan.
“Potensi investasi tidak sama dengan kesiapan investasi. Investor tidak menanamkan modal hanya karena ada potensi, tetapi membutuhkan jalur yang jelas menuju operasi dan ekspansi,” kata Adik dalam East Java Investment Forum (EJIF) 2026, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Adik, Jawa Timur telah memiliki basis ekonomi yang besar. Kontribusi ekonomi Jawa Timur disebut mencapai 14,34 persen terhadap total PDRB 38 provinsi di Indonesia. Sementara investasi rata-rata menyumbang sekitar 27 persen terhadap perekonomian Jawa Timur.

NOW ON AIR SSFM 100

