Said Abdullah Ketua Badan Anggaran (Baggar) DPR RI menyatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar kumpulan angka. Di balik Rp4.106,3 triliun belanja negara dalam APBN 2027, terdapat kehidupan lebih dari 280 juta rakyat Indonesia dengan kebutuhan dan harapan yang beragam.
Menurutnya, ada keluarga yang berharap harga beras tetap terjangkau, petani yang membutuhkan pupuk dan kepastian harga panen, pekerja yang menginginkan penghasilan lebih baik, anak muda yang mencari pekerjaan.
Kemudian, orang tua yang berharap anaknya dapat melanjutkan pendidikan, pelaku usaha kecil yang membutuhkan modal, serta keluarga yang ingin memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus kehilangan tabungan saat salah satu anggota keluarganya sakit.
“Agar seluruh harapan tersebut dapat diukur dan kemajuannya dapat dihitung, Pemerintah dan DPR menyepakati sejumlah indikator untuk mengukur pertumbuhan ekonomi dan perbaikan kesejahteraan rakyat. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 6 persen, tingkat kemiskinan diarahkan turun menjadi 6-6,5 persen, tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,30-4,87 persen, rasio Gini menjadi 0,360-0,365, serta penciptaan sekitar 2,57 juta hingga 3,49 juta lapangan kerja baru,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net, Minggu (5/10/2026).
Angka-angka tersebut, lanjut Said, membawa satu pesan penting, yaitu pertumbuhan tidak boleh berjalan sendiri.

NOW ON AIR SSFM 100

