Selasa, 3 November 2026

Asap Karhutla Picu Risiko Gangguan Pernapasan Anak dalam Jangka Panjang

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Pengendara motor menembus asap pekat akibat karhutla ketika melintasi Jalan RTA Milono, Kota Palangka Raya pada Sabtu (24/10/2026). Foto: Antara

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan dampak paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan anak dapat berlangsung dalam jangka panjang, bahkan setelah api berhasil dipadamkan.

Partikel polutan yang terhirup berisiko mengganggu saluran pernapasan, meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, hingga memengaruhi perkembangan sistem kekebalan tubuh anak.

“Dampak partikel kecil kepada anak-anak, dampak jangka panjang masih ada walaupun karhutlanya sudah selesai. Udara bersih hak asasi setiap warga negara Indonesia, dan jangan sampai mengganggu pertumbuhan anak,” ujar Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Selasa (3/11/2026).

Ia menambahkan bahwa penggunaan masker dan diam di rumah bukan solusi utama.

“Penggunaan masker, diam di rumah bukan solusi utama. Solusi utama itu lebih ke pemadaman hutan. Mengawal kesehatan dengan berbagai macam edukasi kepada masyarakat,” ujarnya dalam seminar media online.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Surabaya
Selasa, 3 November 2026
30o
Kurs