Sabtu, 17 Oktober 2026

Pasar Tradisional Tidak Bisa Diganggu Retail Modern

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Pasar tradisional mempunyai pangsa pasar tersendiri yang tidak bisa diganggu oleh retail modern. Peritel modern masih belum mampu mengubah kebiasaan belanja orang Indonesia yang mengutamakan murah dan segar.

Produk segar di retail modern masih dianggap mahal, kurang segar dan tidak lengkap. Hanya segmen konsumen kelas atas yang memilih berbelanja sendiri ke modern, namun untuk kebutuhan seluruh rumah menyuruh pembantu ke pasar tradisional.

Hal tersebut disampaikan YONGKY SURYA SUSILO Direktur Retailer Service PT ACNielsen Indonesia pada suarasurabaya.net, Kamis (23/08), terkait riset pertumbuhan penjualan ritel barang konsumen tahun 2006 yang mencapai 14,3%.

YONGKY menjelaskan secara perilaku belanja, produk segar mayoritas masih dibeli di pasar basah, produk makanan dan minuman ringan dibeli di toko tradisional sedangkan produk perawatan di modern retail. Pembelanja Indonesia menggunakan 4 sampai 5 channel setiap bulannya.

Hipermarket untuk belanja bulanan (2 kali per bulan), supermarket (3 kali), minimarket (5 kali) untuk belanja mingguan, toko tradisional (25 kali) untuk harian, belanja produk segar di pasar tradisional setiap dua hari (12 kali). Yang meningkat tajam, frekuensi belanja melalui gerobak sayur naik dari 13 kali ke 19 kali dalam sebulan.

Melihat data-data yang diperoleh, ungkap YONGKY, toko tradisional masih sangat dominan baik dari jumlah dan pangsa pasar. Akan tetapi harus mengantisipasi pertumbuhan yang cepat dari retail modern. Berikut penjelasan YONGKY, {clip*1}.

Jumlah toko tradisional pada tahun 2006 sebanyak 1.787.589 unit atau naik 2% dibanding 2005 yakni 1.745.589 unit. Sedangkan toko modern tumbuh dari 6.650 menjadi 7.713 toko.

Secara nilai penjualan, kata YONGKY, sama-sama tumbuh baik toko tradisional (9,6%) dan toko modern 23,8%. Tahun 2007 ini, total penjualan retail diprediksi tumbuh 15%-17%.

Sementara pangsa toko modern dengan 55 kategori sebesar 33%, tradisional 67%. Tapi jika ditambah 1 kategori rokok, pangsa toko modern langsung turun jadi 16% dan tradisional 84%. “Kalau ditambah sembako, pangsa pasar modern lebih kecil lagi atau secara riil masih dibawah 10%,”pungkasnya. (tin)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
34o
Kurs