Qatar Airways membuat kesepakatan interline e-ticketing dengan 50 maskapai penerbangan di dunia. Ini memungkinkan penumpang melakukan perjalanan tanpa menggunakan tiket dengan pilihan negara yang lebih beragam.
Qatar mulai menerapkan e-ticket pada Desember 2007, di mana para penumpang dapat melakukan perjalanan tanpa kertas dengan tiket mereka tersimpan dalam sistem reservasi maskapai secara elektronik. Kemudian memulai interline e-ticketing.
E-ticket menyimpan informasi yang sebelumnya ada pada tiket kertas. Hal ini mememerlukan sebuah database terintegrasi dengan sistem layanan penumpang pesawat dan berhubungan dengan semua sistem mitra dan penanganan di darat.
E-ticket merupakan mandat yang dikeluarkan oleh International Air Transport Organisation (IATA) tiga tahun lalu pada pertemuan tahunan di Singapura yang menyatakan bahwa semua maskapai penerbangan di seluruh dunia harus go ticketless sampai akhir tahun 2007. Baru-baru ini IATA memperpanjang masa berlakunya sampai 31 Mei 2008.
AKBAR AL BAKER Chief Executive Officer Qatar Airways dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (31/08), mengatakan jadwal program go ticketless pada seluruh jaringan Qatar dengan 78 destinasi di seluruh dunia hingga akhir tahun 2007 walaupun ada perpanjangan waktu.
“Mencapai 50 mitra maskapai untuk kesepakatan interline e-ticketing dapat dikatakan prosesnya sangat cepat jika mengingat kami baru memulainya di bulan Januari tahun ini. Sistem yang saling terhubung ini memungkinkan pembayaran keseluruhan itinerary, tanpa terkecuali berapa banyak penerbangan dan maskapai yang terlibat, dalam satu transaksi dan satu mata uang,”ujarnya.
Dengan mengimplementasikan 100% tiket elektronik, tambah BAKER, akan menyelamatkan 50.000 pohon-pohon tua setahun atau sekitar 5 km persegi hutan. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

