Sabtu, 17 Oktober 2026
Instrumen Saham Bergejolak

Saat Tepat Beralih Investasi Rumah

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Banyaknya suplai KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dan tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) terus menurun, tahun ini merupakan saat yang tepat membeli rumah. Hal ini disampaikan D AGUNG KRISPRIMANDOYO Sales Manager PT Ciputra Surya Tbk pada suarasurabaya.net, Selasa (21/08), terkait dengan makin tingginya tingkat pembelian rumah middle up di Surabaya.

Menurut AGUNG, kondisi ekonomi Indonesia terus membaik meski dibayang-bayangi faktor ekternal yakni goncangnya pasar saham global akibat krisis subprime mortgage di luar negeri. Permintaan rumah sempat stagnant sejak 2005 karena kenaikan BBM.

Bagi masyarakat yang dulunya menunda untuk beli rumah, sekarang waktunya membeli rumah. Apalagi indikasi instrumen investasi baru-baru ini menunjukkan kondisi kurang menguntungkan. Berikut penjelasan AGUNG, {clip*1}.

Beralihnya masyarakat berinvestasi ke properti, ungkap AGUNG, ditunjukkan dengan tingginya permintaan rumah. Contohnya, di Citra Raya, penjualan rumah di semester I/2007 dibandingkan semester I/2006 naik 100%.

Pada semester I tahun ini Ciputra berhasil membukukan Rp 130 milyar, tahun lalu di periode yang sama hanya Rp 75 milyar. Memasuki semester II/2007, kata AGUNG, biasanya tidak lebih baik dibanding semester I. Ini bukan karena faktor propertinya tapi kondisi yang ada dengan momen lebaran dan tahun baru sehingga pasar terkoreksi sedikit.

Ciputra, tambah AGUNG, menargetkan selama 2007 ini bisa menjual unit rumah dengan total volume Rp 250 milyar. “Jadi sampai semester II/2007, kurang Rp 100 milyar-Rp 120 milyar. Kita akan meluncurkan 2-3 kluster baru dimana per kluster punya luasan 4-5 hektar dengan jumlah unit 40-50 rumah per kluster,”pungkasnya. (tin)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
35o
Kurs