Kamis, 24 September 2026

Harga Minyak AS Menguat pada Hari Pemilihan Presiden

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Stiker tanda telah memilih dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Foto: Facebook Mark Zuckerberg

Harga minyak AS menguat pada Rabu (9/11/2016) pagi, ketika para investor menunggu hasil dari pemilihan presiden Amerika Serikat.

Harga minyak AS naik hampir dua persen pada sesi sebelumnya setelah Biro Investigasi Federal AS (FBI) membebaskan lagi Hillary Clinton calon presiden Demokrat atas penggunaan server pribadi, mengurangi kekhawatiran pasar atas ketidakstabilan perekonomian jika Donald Trump saingannya dari Partai Republik akan terpilih.

Antara melansir, James Comey Direktur FBI pada Minggu (6/11/2016) memberitahu anggota parlemen AS bahwa FBI tidak merubah kesimpulannya pada Juli untuk tidak memidanakan Clinton atas penggunaan server surat elektronik pribadinya selama ia menjabat sebagai menteri luar negeri AS.

Berita itu terus meningkatkan kampanye Clinton pada pemilihan presiden AS, Selasa, mengirim harga minyak AS naik 0,2 persen selama sesi.

Para analis mengatakan investor secara umum memandang kemenangan Clinton sebagai hasil yang lebih baik, karena menyajikan lebih sedikit yang belum diketahui dan mungkin lebih stabil untuk pasar daripada kemenangan Donald Trump.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, naik 0,09 dolar AS menjadi menetap di 44,98 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari turun 0,11 dolar AS menjadi ditutup pada 46,04 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.(ant/iss/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Kamis, 24 September 2026
28o
Kurs