Selasa, 27 Oktober 2020

Gubernur Khofifah Ajak Generasi Millenial Geluti Sektor Pertanian

Laporan oleh Achmad Zainal Alim
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur. Foto: Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur, mengajak generasi millenial Jatim menggeluti sektor pertanian. Khofifah yakin sentuhan teknologi kekinian, inovasi dan kreativitas, serta luasnya akses pasar dapat memajukan pertanian di Jatim, disampaikannya di Gedung Negara Grahadi, Kamis (24/9/2020).

Khofifah menyebut sektor pertanian merupakan komponen penting yang dapat menyelamatkan ekonomi negara, terlebih di era pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sebutnya dalam keterangan tertulis yang diterima Suarasurabaya.net.

Sektor tersebut, kata Khofifah bisa menguatkan ketahanan pangan, menyediakan lapangan kerja dan bisa menanggulangi kemiskinan di masyarakat.

“Kita semua tahu mayoritas petani kita didominasi petani berusia tua, masih sedikit anak muda yang mau menekuni sektor pertanian karena dianggapnya kurang prospek dan kurang bergengsi. Padahal, dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ditambah situasi global kekinian sektor ini sangatlah strategis,”ungkapnya, sembari mengingatkan hari ini tanggal 24 September adalah peringatan Hari Tani Nasional 2020.

Regenerasi menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar. Jika hal ini diabaikan, maka bukan tidak mungkin dalam kurun waktu 10 – 15 tahun mendatang, Indonesia, atau khususnya Jatim akan kekurangan petani. Padahal, Jatim sendiri merupakan lumbung pangan nasional untuk support 16 provinsi di wilayah Indonesia Timur.

“Peluang bisnis sektor pertanian masih sangat luas untuk digarap kaum milenial. Dengan semangat mereka, saya yakin mampu membawa pembaruan dalam pembangunan pertanian di Jatim,” imbuhnya.

Kata Khofifah, jika jumlah petani millenial kian bertambah maka akan mendongkrak perekonomian di daerah dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Maka, perekonomian di Jawa Timur bisa berkembang dan mengurangi urbanisasi pemuda ke kota.

“Baru sedikit petani di Indonesia yang memanfaatkan teknologi dan internet. Dari data BPS, angkanya masih berkisar 15 persenan. Nah, jika ruang-ruang ini kita manfaatkan secara optimal maka sektor pertanian menjadi usaha yang sangat menjanjikan untuk masa depan,” pungkasnya. (lim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Selasa, 27 Oktober 2020
28o
Kurs