Jumat, 14 Mei 2021

Presiden Minta Semua Pihak Memikul Beban untuk Memulihkan Perekonomian Nasional

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden. Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden pada Rabu (3/6/2020) pagi memimpin rapat kabinet dari Istana Kepresidenan Jakarta, membahas Penetapan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dalam rapat virtual itu, Presiden mengungkapkan konsep berbagi beban (sharing the pain) untuk membangkitkan perekonomian yang tiarap akibat pandemi Covid-19.

Mengacu pada konsep tersebut, Pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dan pelaku usaha harus siap gotong royong memikul risiko secara proporsional.

Menurut Jokowi, berbagi beban yang dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian, penting untuk menjaga pergerakan roda perekonomian, mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) masif, dan menjaga stabilitas sektor keuangan.

“Saya minta konsep berbagi beban (sharing the pain) harus menjadi acuan bersama antara pemerintah, BI, OJK, perbankan dan pelaku usaha. Semua harus betul-betul bersedia memikul beban, bergotong-royong, bersedia sama-sama menanggung risiko secara proporsional dan dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian agar pelaku usaha korporasi tetap mampu berjalan, PHK masif dapat dicegah, dan sektor keuangan tetap stabil, sehingga pergerakan roda ekonomi bisa terus terjaga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden memerintahkan para menteri bidang ekonomi, pembangunan, dan kepala lembaga terkait merancang program pemulihan ekonomi yang tepat, serta bisa dieksekusi dengan cepat.

Jokowi meminta semua skema pemulihan ekonomi yang sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan program Program PEN segera direalisasikan di lapangan.

Lewat PP itu, pemerintah antara lain mengatur subsidi bunga kredit untuk pelaku UMKM, penempatan dana pemerintah di bank yang terdampak restrukturisasi kredit, penjaminan kredit modal kerja, suntikan modal untuk BUMN, dan investasi pemerintah untuk modal kerja.

“Saya minta semua skema program pemulihan ekonomi yang dirancang segera operasional dilaksanakan di lapangan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Presiden kembali mengingatkan, program PEN harus memberikan manfaat nyata kepada pelaku usaha, terutama sektor industri padat karya.

“Sektor industri padat karya perlu menjadi perhatian. Hati-hati, sekali lagi untuk industri padat karya karena menampung sangat banyak tenaga kerja sehingga goncangan pada sektor itu akan berdampak pada para pekerja dan tentu saja ekonomi warganya,” pungkas Jokowi.(rid/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Wadungasri Macet

Kecelakaan di Gunungsari

Kecelakaan di Manyar Gresik

Truk Terguling, Solar Menggenangi Jalan

Surabaya
Jumat, 14 Mei 2021
26o
Kurs