Jumat, 1 Juli 2022

Rokok dan Daging Ayam Akan Memicu Inflasi September Ini

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Ilustrasi. Nur Hasanah, pedagang ayam potong di Pasar Keputran Selatan. Foto: Anton suarasurabaya.net

Bank Indonesia (BI) memperkirakan akan terjadi inflasi 0,01 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada perkembangan harga konsumen di September 2021 yang disebabkan pergerakan harga daging ayam ras, minyak goreng, sawi hijau, angkutan udara, hingga rokok kretek filter.

Perkiraan itu mengacu pada Survei Pemantauan Harga (SPH) hingga pekan kedua September 2021.

“Dengan perkembangan itu, perkiraan inflasi September 2021 secara tahun kalender sebesar 0,85 persen (year to date/ytd), dan secara tahunan sebesar 1,65 persen (year on year/yoy),” kata Erwin Haryono Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI lewat keterangan tertulis di Jakarta.

BI mencatat, penyumbang utama inflasi September 2021 hingga pekan kedua yaitu komoditas daging ayam ras sebesar 0,03 persen mtm, minyak goreng sebesar 0,02 persen mtm, sawi hijau, bayam, tomat, angkutan udara dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen mtm.

Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi. Antara lain telur ayam ras sebesar 0,06 persen mtm, bawang merah dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,03 persen mtm, cabai merah sebesar 0,02 persen mtm, dan bawang putih sebesar 0,01 persen mtm.

Erwin mengatakan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mengawasi secara cermat dinamika penyebaran Covid-19, dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

“Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” kata Erwin.(ant/tin/den)

Berita Terkait

Surabaya
Jumat, 1 Juli 2022
28o
Kurs