Kamis, 2 Februari 2023

Belum Semua Hotel Berdayakan UMKM Surabaya, Wali Kota Ingatkan Komitmen Investasi

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Evaluasi kerja sama Pemkot Surabaya dengan hotel, Jumat (25/11/2022). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Presentase kerja sama hotel dengan UMKM di Kota Surabaya tidak mencapai 50 persen, wali kota mengingatkan manajemen hotel jika investasi harus membawa pengaruh bagi warga sekitar.

Jumlah itu diketahui saat evaluasi hari ini, Jumat (25/11/2022). Sebelumnya, Pemkot Surabaya dan hotel sudah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) sejak beberapa bulan lalu.

Diketahui, kerja sama itu berkaitan dengan penggunaan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pemberdayaan masyarakat setempat.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengungkap baru 40 persen hotel yang menjalin kerja sama dengan UMKM, sisanya belum. Salah satu faktor, tidak siapnya UMKM memenuhi pesanan.

“Sebenarnya ada MoU dari hotel yang sudah lama, tapi tidak berjalan. Sebenarnya saya tahu kalau kelemahannya ada di pemkot. Teman-teman hotel itu langsung WA (kontak) ke saya untuk menyampaikan bahwa mereka sudah ada contoh handuk, slipper, tapi sampai sekarang belum kembali,” kata Eri.

Eri mengingatkan, sudah berkomitmen untuk mempermudah seluruh investasi di Kota Pahlawan. Tapi ia berharap investasi itu harus berdampak positif bagi masyarakat yang tinggal di sekitar.

“Sehingga masyarakat ini akan merasakan betul investasi di Kota Surabaya yang akan mempengaruhi kehidupan mereka dan ekonomi bergerak,” kata Eri.

Untuk menyelesaikan kekurangan itu, Eri minta jajarannya membentuk perwakilan setiap hotel. Perwakilan itu berasal dari pemilik atau pengelola yang dapat mengambil keputusan bersama dengan pemkot, asosiasi atau organisasi perhotelan. Harapannya, ke depan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Surabaya, dapat memenuhi kebutuhan serta kualitas barang yang diinginkan oleh pihak pengelola atau pemilik hotel.

“Investasi dan kemudahan akan saya buka sebesar-besarnya di Kota Surabaya. Namun, tempat investasi yang dibangun di Surabaya ini juga saya harapkan bisa memberikan manfaat bagi warga Surabaya,” harapnya.

Sementara itu, dalam laporannya, Wiwiek Widayati Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya menyampaikan, ada 107 hotel di Kota Pahlawan yang telah menjalin Nota Kesepakatan Bersama (NKB) dengan Pemkot Surabaya. Dari jumlah tersebut, sekitar 40,78 persen di antaranya telah bekerja sama dalam penyediaan slipper.

“Sedangkan sisanya, masih dalam tahap negosiasi, proses pemesanan atau tidak melakukan pemesanan,” kata Wiwiek Widayati.

Selain slipper, Wiwiek juga menyebutkan, bahwa sekitar 16,50 persen sudah terjalin kerja sama dalam penyediaan batik. Produksi batik UMKM Surabaya ini digunakan untuk seragam para karyawan dan karyawati hotel. Sedangkan sisanya, masih dalam proses nego dan pemilihan batik.

“Ada juga 0,97 persen itu penyediaan laundry bag. Sisanya tidak menyediakan laundry bag karena hotel tidak menyediakan service laundry. Berikutnya juga ada 3,88 persen penyediaan bahan makanan, terutama hasil produk-produk pertanian,” pungkasnya.(lta/iss)

Berita Terkait