Senin, 26 September 2022

Dolar Naik Tertinggi Dipicu Kenaikan Suku Bunga Fed

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
ilustrasi dolar naik 5 pekan. Foto: Pixabay

Indeks dolar Amerika Serikat mencapai level tertinggi pada lima pekan dan membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak April 2020 pada Sabtu pagi, karena investor menyesuaikan kemungkinan Federal Reserve akan terus menaikkan suku bunga.

Para pejabat Bank sentral AS mengatakan, mereka perlu terus menaikkan biaya pinjaman untuk menjinakkan inflasi yang tinggi selama beberapa dekade, pada Kamis (18/8/2022), bahkan mereka memperdebatkan seberapa cepat dan tinggi untuk menaikkannya.

Seperti yang dilansir Antara, Sabtu (20/8/2022), indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,61 persen menjadi 108,13, tertinggi sejak 15 Juli, yang barengi oleh mata uang euro yang turun 0,54 persen menjadi 1,0033 dolar, terendah.

Greenback menguat 0,73 persen menjadi 136,87 terhadap yen Jepang, terkuat sejak 27 Juli. Sementara sterling jatuh 1,03 persen menjadi 1,1813 dolar dan mengalami penurunan mingguan terbesar terhadap dolar sejak September 2020.

The Fed dipandang memiliki lebih banyak ruang untuk menaikkan suku bunga daripada bank sentral ekonomi besar lainnya yang lebih rapuh.

“Agar dolar AS melemah secara signifikan, The Fed harus lebih memperhatikan pertumbuhan daripada inflasi, dan kami belum sampai di sana,” kata Michalis Rousakis, analis Bank of America, pada Jumat (19/8/2022).

Ia juga menambahkan, pihaknya memperkirakan (Bank Sentral Eropa) berhenti meningkat tahun depan di tengah kekhawatiran seputar pertumbuhan atau spread. Euro juga terpapar pada persyaratan perdagangan yang jauh lebih buruk dan perlambatan di China.

Mata uang Euro melemah pada Jumat (19/8/2022) setelah Gazprom mengatakan, pipa Nord Stream 1, yang memasok gas dari Rusia ke Eropa di bawah Laut Baltik, akan ditutup dari 31 Agustus hingga 2 September untuk pemeliharaan.

Thomas Barkin, Presiden Fed Richmond mengatakan, pejabat bank sentral AS memiliki “banyak waktu” sebelum mereka memutuskan seberapa besar kenaikan suku bunga untuk disetujui pada pertemuan kebijakan 20-21 September.

Sementara itu, mata uang Yuan China tergelincir ke level terendah sejak September 2020 di 6,8199 per dolar dalam perdagangan domestik setelah bank sentral menetapkan panduan kurs tengah yang jauh lebih lemah.Di pasar uang kripto, bitcoin juga turun 8,73 persen menjadi 21.188 dolar AS dan ether jatuh 8,34 persen menjadi 1.693 dolar AS. (ant/des/ipg)
Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Surabaya
Senin, 26 September 2022
25o
Kurs