Kamis, 8 Desember 2022

INDEF: Digitalisasi Membuat Kaum Muda Semakin Berminat Investasi

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi, investasi. Foto: tahfidzqu.com

Airlangga Hartarto Menteri Koordinator bidang Perekonomian mengatakan, sekarang banyak generasi muda yang tertarik berinvestasi seiring perkembangan teknologi digital.

Walau banyak kemudahan yang ditawarkan, Airlangga mengingatkan generasi muda berhati hati memilih instrumen investasi.

“Agar generasi muda tetap menyeimbangkan antara investasi yang agresif dan investasi konservatif. Hal itu penting karena investasi konservatif tetap memiliki faktor keamanan lebih tinggi,” ujarnya di Jakarta, Senin (3/10/2022).

Menko Perekonomian menyebut, hampir seluruh negara termasuk Indonesia menggunakan digitalisasi sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi, dan menggunakan digitalisasi sebagai tempat untuk penciptaan lapangan pekerjaan.

Menanggapi fenomena itu, Nailul Huda Ekonom INDEF bilang meningkatnya jumlah investor muda di Indonesia adalah blessing in disguise karena kencangnya digitalisasi pada masa pandemi Covid-19.

“Pilihan investasi juga semakin banyak karena didorong digitalisasi di sektor jasa keuangan. Makanya, banyak anak muda yang berinvestasi di masa pandemi, baik di pasar saham dan aset kripto. Kemudahan berinvestasi menjadi salah satu alasan mereka berinvestasi,” katanya, Senin (3/10/2022).

Senada dengan Airlangga, Huda bilang pemilihan jenis investasi perlu dilakukan dengan hati-hati karena sangat mempengaruhi kemakmuran investornya.

“Zamannya sekarang sudah berubah. Hanya mengandalkan gawai saja sekarag anak-anak muda bisa menghasilkan bahkan bisa lebih banyak dibandingkan dengan investasi di sektor riil,” ungkapnya.

Investasi era modern dilakukan secara digital melalui financial technology (fintech) yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan per April 2022, 60,29 persen investor pasar modal berusia di bawah 30 tahun, rata-rata masih berada di awal dan pertengahan karier profesionalnya.

Dalam sebuah survei yang dilakukan CELIOS beberapa waktu lalu, berinvestasi di platform investasi digital dianggap sebagai aksi berkontribusi terhadap peningkatan sektor teknologi informasi, membantu pendanaan perusahaan, dan efek penciptaan tenaga kerja dari investasi.

Hal itu mengindikasikan platform investasi digital mampu mendorong terciptanya investment oriented society atau masyarakat yang melek investasi.

“Kalau melihat di masa pandemi, digitalisasi menjadi salah satu penyelamat konsumsi masyarakat. Dengan digitalisasi, kegiatan usaha masih cukup berjalan bak di masa pandemi. Bahkan, di bidang perdagangan online, kenaikan transaksi bisa dua kali lipat,” katanya.

Sementara itu, Agung Harsoyo pakar teknologi informasi dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) mengungkapkan, investasi digital momen penting buat Indonesia melakukan transformasi digital di seluruh daerah.

Selama ini, sambung Agung, kendala yang dihadapi Indonesia adalah jangkauan internet. Masih banyak daerah yang belum mendapat akses.

Apalagi yang ada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, teknologi konvensional tidak cukup mampu untuk mengejar ketertinggalan kesenjangan digital yang terjadi di Indonesia.

“Ini adalah peluang. Karena selama ini kendala kita adalah terkait dengan coverage. Negara ini kan sulit untuk menjangkau keseluruhannya dengan teknologi yang konvensional. Dengan adanya Starlink, itu adalah peluang buat industri menggelar infrastruktur relatif cepat untuk bisa melayani sampai ke pelosok-pelosok, daerah 3T,” tegasnya.

Lebih lanjut, Agung mengungkapkan dua tahun pandemi Covid-19, masyarakat semakin membutuhkan konektivitas yang mumpuni. Para pelajar butuh supaya bisa belajar daring, mengakses materi pembelajaran bermutu, dan meningkatkan layanan kesehatan.

“Artinya dengan layanan internet, dua tahun ini masyarakat merasakan manfaatnya. Ke depan program transformasi digital Indonesia harus menjangkau ke pelosok. Kesenjangan digital bisa ditutup relatif cepat dan murah,” pungkasnya.(rid/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Kamis, 8 Desember 2022
26o
Kurs