Senin, 20 Mei 2024

Moeldoko Ingin Petani Muda Indonesia Bekerja di Korea Selatan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan bersama Hong Moon Pyo Anggota National Assembly Korea Selatan di Seoul, Korea Selatan, Senin (27/11/2023). Foto: Antara Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan bersama Hong Moon Pyo Anggota National Assembly Korea Selatan di Seoul, Korea Selatan, Senin (27/11/2023). Foto: Antara

Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan bertemu Hong Moon Pyo Anggota National Assembly Korea Selatan di Gedung Korean National Assembly Seoul, Korea Selatan, Senin (27/11/2023). Mereka membahas peluang bagi petani muda Indonesia untuk bekerja di Korea Selatan dengan konsep learning by working atau belajar sambil bekerja.

“Jadi mereka (petani muda) bisa belajar, tetapi tetap mendapat upah dari pekerjaan mereka,” kata Moeldoko dilansir Antara pada Senin (27/11/2023).

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi momen merayakan 50 tahun kerja sama antara Korea Selatan dan Indonesia, tetapi juga menjadi panggung untuk merinci rencana kerja sama masa depan.

Fokus utama pembicaraan melibatkan bidang pertanian, energi hijau, dan penerapan teknologi digital di sektor pertanian.

Dalam konteks peringatan setengah abad kerja sama, Moeldoko menyampaikan peta jalan yang telah disiapkan Joko Widodo Presiden RI, yang menandai komitmen Indonesia mencapai Indonesia Emas tahun 2045, sebuah negara yang merayakan satu abad kemerdekaan dengan pendapatan per kapita yang melebihi 23 ribu dolar AS.

Moeldoko pun menyampaikan gagasan untuk bisa mengirimkan petani muda Indonesia ke Korea Selatan melalui organisasi Maju Tani Nusantara.

Langkah ini bertujuan memberikan kesempatan kepada para petani muda Indonesia untuk mendapatkan ilmu pertanian modern dari Korea Selatan, serta mengalami transformasi ilmu dan teknologi pertanian modern.

Menurutnya, langkah ini bisa dilanjutkan dengan investasi dari Korea Selatan di bidang pertanian modern, sehingga Indonesia bisa memenuhi kebutuhan buah tropis untuk pasar Korea Selatan.

Moeldoko menyoroti langkah Korea Selatan yang memulai budidaya padi varietas Tongil tahun 1961, dan berhasil mencapai swasembada dalam tempo sepuluh tahun.

Kata Moeldoko, saat ini Indonesia berada dalam tahap inovasi riset pengembangan benih padi unggul M70D, yang menjanjikan hasil pada usia padi 70 hari atau lebih cepat 20 hari dengan hasil dua kali lipat produksi rata-rata nasional.

Hong Moon Pyo menyampaikan, apresiasi yang setinggi-tingginya atas upaya Indonesia, khususnya Moeldoko, dalam menjalin kerja sama pertanian dengan Korea Selatan. Menurutnya, Indonesia punya potensi besar karena lahannya yang luas, jumlah petani yang besar, dan kesiapan teknologi digital.

“Indonesia merupakan mitra potensial yang dapat membantu Korea Selatan mengembangkan pertanian modern,” ujar Hong. (ant/ath/saf/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya
Surabaya
Senin, 20 Mei 2024
29o
Kurs