Untuk mendukung langkah tersebut, ia mendorong BKSAP DPR RI memanfaatkan jaringan parlemen internasional, termasuk melalui forum Inter-Parliamentary Union (IPU). Jalur diplomasi ini dinilai dapat membuka peluang penyelenggaraan forum internasional di Toba sekaligus memperluas hubungan kerja sama dengan berbagai negara.
“Saya yakin jaringan diplomasi yang dimiliki BKSAP bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan Toba di forum-forum parlemen dunia. Kita ingin daerah ini menjadi salah satu pilihan untuk penyelenggaraan kegiatan internasional,” ungkapnya.
Di samping promosi internasional, Habib Aboe mengingatkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesiapan pelaku usaha lokal harus menjadi bagian penting dari pengembangan pariwisata Toba.
Kemampuan berbahasa asing, kualitas pelayanan, serta penerapan standar hospitality internasional dinilai perlu diperkuat, terutama bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di sekitar kawasan wisata.
“Kalau kita ingin Toba sejajar dengan destinasi wisata dunia, masyarakat lokal juga harus dipersiapkan. Kemampuan berbahasa asing, kualitas pelayanan, dan standar hospitality perlu ditingkatkan agar wisatawan mancanegara mendapatkan pengalaman yang baik,” jelasnya.
NOW ON AIR SSFM 100

