Ia menekankan bahwa keberhasilan pariwisata tidak semata-mata diukur dari jumlah wisatawan yang datang. Lebih dari itu, sektor pariwisata harus mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Yang kita inginkan bukan hanya wisatawan datang, berfoto, lalu pulang. Kita ingin kehadiran mereka memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. UMKM harus tumbuh, lapangan kerja harus terbuka, dan warga lokal harus menjadi bagian penting dari kemajuan pariwisata Toba,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Habib Aboe turut mengusulkan pengembangan diplomasi Green Sister Geopark melalui jaringan parlemen internasional. Gagasan ini diarahkan untuk membangun kemitraan antara Kaldera Toba dan kawasan geopark terkemuka di negara lain.
Dua kawasan yang disebut sebagai contoh untuk penjajakan kerja sama adalah Aso Geopark di Jepang dan Reykjanes di Islandia.
Kemitraan tersebut diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai pengelolaan geopark, konservasi lingkungan, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.
NOW ON AIR SSFM 100

