“Pada dasarnya, kita semua ingin program ini berhasil karena uang yang digunakan juga berasal dari masyarakat,” katanya.
Menurut Tripitono, pemerintah perlu melakukan evaluasi besar-besaran dalam dua hingga tiga bulan pertama setelah kopdes mulai beroperasi. Evaluasi dibutuhkan agar masalah yang muncul dapat segera diperbaiki dan dukungan anggaran pemerintah benar-benar menghasilkan dampak bagi ekonomi masyarakat desa.
“Meski demikian, kita tentu sangat bahagia apabila kopdes benar-benar mampu menjadi mesin ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Perlu diketahui, pada Minggu (12/7/2026), Ferry Juliantono Menteri Koperasi melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terus berjalan.
Hingga kini, sebanyak 83.000 koperasi telah memiliki badan hukum, 15.845 koperasi telah memiliki bangunan fisik lengkap dengan gudang, gerai, dan sarana pendukung, sementara 19.539 koperasi lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Dengan demikian, total sekitar 35.000 kopdes Merah Putih ditargetkan siap beroperasi dan melayani penjualan kebutuhan masyarakat setelah pelatihan manajer koperasi selesai pada awal Agustus 2026.(iss/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

