Hermawan menyebut kondisi tersebut sejalan dengan penegasan Andi Amran Sulaiman Kepala Bapanas, bahwa ketersediaan bawang putih secara nasional berada dalam kondisi aman.
Sementara itu, BPS mencatat jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga bawang putih pada Juli 2026 sebanyak 248 daerah. Jumlah itu sudah menurun dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 261 kabupaten/kota.
Bapanas juga meminta pemerintah daerah memperbaiki akurasi pemantauan harga bawang putih. Pemda diminta membedakan secara jelas antara bawang putih jenis honan atau bonggol yang masih utuh dan belum dipisah per siung, dengan jenis kating yang sudah dipisah per siung atau bahkan telah dikupas.
“Kedua jenis ini memiliki karakteristik dan tingkat harga yang berbeda sehingga pencatatannya tidak bisa disamakan,” jelas Hermawan.
Ia juga berharap BUMN Pangan ikut melakukan intervensi distribusi dan pasokan, terutama di wilayah yang harga bawang putihnya masih jauh di atas harga acuan. Selain itu, pemerintah daerah diminta aktif melakukan intervensi yang tepat lokasi, tepat waktu, dan berbasis pada kondisi riil pasokan di lapangan. (ant/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

