Rabu, 14 Oktober 2026

BI Catat Uang Primer Tumbuh 18,3 Persen pada Juli 2026

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Ilustrasi Rupiah. Foto: suarasurabaya.net

“Ke depan, berbagai upaya penguatan untuk menjaga kecukupan likuiditas pasar uang, perbankan, dan perekonomian akan terus ditempuh. Sehingga, dapat menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Destry.

Di sektor perbankan, intermediasi terus menunjukkan peningkatan dengan kondisi ketahanan perbankan yang tetap terjaga. Kredit perbankan pada Juli 2026 tumbuh 13,58 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juni 2026 sebesar 12,67 persen (yoy).

Pertumbuhan kredit tersebut didukung kebijakan makroprudensial longgar melalui optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Kebijakan itu diarahkan untuk mendorong peningkatan kredit atau pembiayaan perbankan ke sektor prioritas.

Hingga minggu pertama Agustus 2026, insentif KLM yang diterima perbankan mencapai Rp446,5 triliun. Alokasi tersebut terdiri atas financing channel Rp368,4 triliun, interest rate channel Rp73,2 triliun, dan financing to funding channel Rp4,9 triliun. (ant/ham/rid)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Rabu, 14 Oktober 2026
30o
Kurs