Kamis, 7 Mei 2026

BPS Mencatat Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1 2026 Mencapai 5.61 Persen Lebih Tinggi Dari Tiongkok

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Amalia Adininggar Widyasanti Kepala BPS saat mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal 1 2026, Selasa (5/5/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen (year on year). Ini lebih tinggi dari Tiongkok yang tumbuh 5,0 persen (y-on-y).

Amalia Adininggar Widyasanti Kepala BPS mengatakan penyumbang utama pertumbuhan ekonomi triwulan pertama adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian dan konstruksi.

“Ekonomi Indonesia pada triwulan 1 2026 tumbuh 5,61 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi triwulan 1-2026 adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi. Hal ini didorong oleh peningkatan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik yang meningkat,” katanya di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Kemudian dari sisi pengeluaran, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga, PMTB, dan konsumsi pemerintah.

“Hal ini didorong oleh konsumsi masyarakat karena momentum hari besar keagamaan serta berjalannya program prioritas pembangunan pemerintah,” ujarnya.

Katanya di triwulan 1 2026, wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Konsumsi perkapita kelompok restoran dan hotel tumbuh 11,63 persen (y-on-y), pertumbuhan transaksi online dari e-retail dan marketplace sebesar 6,19 (q-to-q).

Kemudian nilai impor barang konsumsi tumbuh 6,12 persen (y-on-y). Indeks penjualan eceran riil tumbuh 4,74 persen (y-on-y).

“Momen libur nasional dan hari besar keagamaan mendorong peningkatan mobilitas penduduk, pariwisata dan aktivitas ekonomi lainnya,” katanya.

Peningkatan aktivitas pariwisata ditunjukkan oleh perjalanan wisata nusantara tumbuh 13,14 pesen (y-on-y) dan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tumbuh 8,62 persen (y-on-y).

Selain itu, BPS juga mengungkap kondisi ekonomi global dan mitra dagang utama Indonesia. Misalnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada kuartal 1 2026 adalah 5,0 persen (y-on-y), kemudian Amerika serikat sebesar 2,7 persen (y-on-y), Malaysia sebesar 5,3 persen (y-on-y), Singapura di angka 4,6 persen (y-on-y), Korea Selatan 3,6 persen (y-on-y) dan Vietnam di angka 7,8 persen (y-on-y).(lea/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 7 Mei 2026
33o
Kurs